Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean BBM di SPBU Sungai Jering Sampai Setengah Kilometer

Desriandi Candra • Rabu, 22 April 2026 | 16:45 WIB
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Sungai Jering Teluk Kuantan, Rabu (22/4/2026) mengular panjang hingga setengah kilometer. Foto Desriandi Candra
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Sungai Jering Teluk Kuantan, Rabu (22/4/2026) mengular panjang hingga setengah kilometer. Foto Desriandi Candra

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Antrean panjang pengisian BBM di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, semakin parah. Rabu (22/4/2026) pagi antrean kendaraan berbagai jenis BBM, baik Pertalite maupun Solar lebih kurang hingga setengah kilometer. 

Dari pantauan Riaupos.co, antrean kendaraan pribadi mulai dari box culver di depan SMAN Pintar. Dari titik itu ke SPBU, jaraknya lebih kurang setengah kilometer atau 500 meter. 

Para pemilik kendaraan tidak punya pilihan. Mereka terpaksa harus rela ikut mengantre untuk mendapatkan BBM berjam-jam. Ada juga yang tidak tahan dan batal ikut antrean. 

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan BBM dan Gas Bersubsidi, Polda Riau Pasang Spanduk Peringatan di SPBU

"Tadi juga mau isi minyak. Tapi melihat antrean yang begitu panjang saya batal isi minyak. Takut minyak tidak cukup untuk antrean," sebut Wirlisman, salah seorang pengendara asal Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah. 

Wirlisman menyebut, biasanya ia membeli minyak di SPBU Sitorajo Kari yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Tetapi ternyata di SPBU Sitorajo Kari BBM jenis Pertalite tidak masuk sejak satu orang petugas SPBU dan pelansir modifikasi tangki di amankan Polres Kuansing beberapa waktu lalu. Akibatnya, terkena sanksi dan Pertalite tidak masuk sementara waktu. 

Makanya ia mencoba mencari BBM di SPBU Sungai Jering, tetapi antrean panjang. "Makanya banyak kendaraan yang antre di SPBU Sungai Jering," katanya. 

Baca Juga: Pasang CCTV untuk Cegah Kecurangan Atas Kenaikan BBM dan Elpiji Non Subsidi

Sebelumnya, petugas administrasi SPBU Sungai Jering Mega Wahyuna juga menyebutkan ada dua SPBU di Kuansing yang terkena skorsing, sehingga jatah BBM mereka dihentikan beberapa waktu. 

Kondisi itu menyebabkan antrean panjang kendaraan tidak bisa dielakkan. Mereka pun tidak bisa melarang. Bagi mereka, pelanggan atau pengendara yang mau mengisi BBM tetap harus dilayani sepanjang ikut aturan. 

Misalnya, wajib menggunakan barcode mypertamina sesuai plat nomor kendaraan. Bila tidak ada barcode dan tidak sesuai dengan nomor kendaraan, tidak di layani. 

Baca Juga: Laksanakan Perintah Presiden Prabowo, Polda Riau Sita 41 Ton BBM Bersubsidi yang Diselewengkan

Kepala Dinas Kopdagrin Drs Masnur MM yang dikonfirmasi terpisahengatakan, pemerintah daerah mengingatkan pengelola SPBU untuk mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Bahwa pengisian BBM harus sesuai aturan. Menggunakan barcode sesuai plat nomor kendaraan. 

Mereka memahami kalau tidak semua pengendara atau masyarakat Kuansing yang tinggal dekat dengan SPBU. Tetapi banyak yang tinggal di desa dengan jarak tempuh berpuluh kilometer dari SPBU. 

Namun pengisian BBM bersubsidi tidak dibolehkan dengan menggunakan jiriken atau kendaraan lansir yang tangkinya sudah dimodifikasi. Karena itu tidak dibenarkan dalam aturan.  "Makanya BBM Solar dan Pertalite itu langka di desa-desa, karena tidak ada lagi yang melansir dengan jiriken. Makanya, kalau ada pun harganya pasti sudah sangat tinggi. Dan kita tidak punya kewenangan untuk itu," ujar Masnur.

Editor : Rinaldi
#setengah kilometer #spbu sungai jering #antrean bbm