TELUKKUANTAN (RIAUPOS,CO) -- Dua Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kuansing asal Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, tertunda berangkat ke Madinah bersama JCH Kuansing lainnya dari embarkasi Batam Kepri, Kamis (30/4/2026).
Mereka masing-masing, Tuyem Binti Partaleksana (74) dengan nomor porsi 0400102083 dan Kursia Wahyu Ningsih Binti Cahyadi (43) dengan nomor porsi 0400191689. Keduanya berstatus ibu dan anak.
"Karena Tuyem adalah ibu Kursia yang naik haji sebagai pendamping orang tuanya. Makanya, ketika ibunya dirawat, maka Kursia juga ikut tinggal sementara," ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis SAg MPd, Kamis (30/4/2026) usai JCH Kuansing berangkat ke Madinah.
Baca Juga: Jemaah Haji Kampar Wafat di Madinah akibat Serangan Jantung, di Kubur Dipemakaman di Baqi
Armadis menjelaslan, secara fisik kondisi Tuyem terlihat sehat seperti biasanya. Namun ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang JCH saat di aula Arafah I embarkasi haji Batam, Rabu (29/4/2026) sore, terdeteksi ada gangguan kesehatan.
Yakni mengalami sesak nafas, saturasi turun. Sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Awalbros Botanis 2. "Sampai hari ini belum stabil, tapi kondisi bu Tuyem sadar," ujarnya.
Menurut dokter yang menangani, saturasi berkaitan dengan sistem pernapasannya yang tidak boleh dibawah 95. Sedangkan Tuyem hanya 94. Saturasi pernapasan biasa merujuk pada saturasi oksigen (sering ditulis SpO₂).
Artinya adalah persentase kadar oksigen yang dibawa oleh hemoglobin dalam darah. "Singkatnya, ini menunjukkan seberapa cukup tubuh kita mendapatkan oksigen," katanya.
Penjelasan sederhana, oksigen masuk lewat paru-paru saat bernapas. Oksigen dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Saturasi menunjukkan berapa persen oksigen yang terikat di darah. Nilai normal 95 persen – 100 persen, perlu diwaspadai 90 persen – 94 persen dan bisa berbahaya jika lebih rendah dari 90 persen.
Dengan kondisi itu, keberangkatan ibu dan anak ini, ditunda sampai kondisi saturasi Tuyem kembali stabil dan tidak sesak. Bila kondisi kesehatan sudah kembali stabil dan diizinkan oleh dokter, akan diberangkatkan ke Tanah Suci menggunakan kloter jemaah Riau lainnya.
Baca Juga: Audiensi Bersama PLN, Pemasangan Kabel Bawah Laut di Kuala Kampar Ditargetkan Rampung Mei 2026
"Kalau bu Tuyem sudah pulih, nanti akan kita tumpangkan di kloter JCH Riau yang lain bersama anaknya Kursia sebagai pendamping. Kita doakan semoga cepat pulih," papar Armadis.
Editor : Rinaldi