TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Debit air sungai Kuantan, Jumat (15/5/2026) terlihat jauh surut dibandingkan Kamis (14/5/2026).
Dari Tepian Narosa Teluk Kuantan, air sudah berada di tangga baru. Begitu juga di Desa Seberang Taluk, dari kejauhan air juga sudah berada jauh dari tangga batu Desa Seberang Taluk. Bahkan sudah terlihat hamparan tanah di kawasan Tepian Narosa.
Begitu juga di Kecamatan Benai dan Pangean. Di Benai, menurut Camat Benai Paimun Hendro, air sempat mulai merambat ke halaman rumah warga di Desa Tanjung Simandolak, Pulau Lancang dan beberapa desa lain di Seberang Sungai Kuantan. Namun sekarang sudah surut, tinggal sedikit genangan air dan lumpur.
Baca Juga: Ombudsman Riau Temukan 11.856 Ijazah SMA-SMK Negeri Belum Diambil
Di Kecamatan Pangean, menurut Camat Pangean Aswandi, Desa -Desa yang kemarin terendam luapan banjir sungai Kuantan, sekarang juga jauh berkurang. Bahkan dari pantauannya, air di Sungai Kuantan surut sekitar 1 meter dari hari kemarin.
"Rumah-rumah warga kita yang kemarin lumayan dalam, sekarang sudah jauh surut. Air sebatas mata kaki hingga betis orang dewasa. Bahkan ruas jalan di Desa Pauh Angit sudah tidak tergenang air lagi," kata Aswandi.
Meski Kuansing diguyur hujan sejak subuh sampai menjelang Jumat, namun tidak berdampak pada penambahan debit sungai Kuantan. Namun dia tetap mengingatkannya untuk waspada.
Baca Juga: Pertina Pekanbaru Gelar Muskotlub, Bob Wendriyanto Calon Tunggal
Hingga hari ini, banjir luapan sungai Kuantan tidak menyebabkan warga mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Ditanya berapa total jumlah rumah yang sempat terendam banjir, Aswandi belum mendapatkan data detil. Mereka pun belum menerima bantuan makanan untuk warga terdampak banjir.
"Syukurnya, luapan sungai Kuantan tidak berlangsung lama. Kami masih menunggu data detail dari kepala desa yang terkena banjir," ujarnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Riau Kamaruddin Mukhtar Diberangkatkan ke Tanah Suci Bersama Kloter BTH 20
Sementara di Kecamatan Inuman, air mulai meluap sejak Jumat dinihari. Menurut Sekcam Inuman Irwan SE mengatakan, air masuk sejak Jumat dinihari.
Desa yang terdampak banjir di Desa Pulau Sipan, dan Desa Seberang Pulau Busuk Inuman. Dari data sementara, di Desa Pulau Sipan Inuman ada sekitar 70 rumah terendam banjir. Lahan perkebunan warga, satu unit SD di Desa Pulau Sipan(SD 007) dan jalan poros desa dengan terdalam 100 Cm.
Kemudian di Desa Seberang Pulau Busuk, ada sekitar 110 rumah terendam, satu unit MI dan satu unit TK.
Baca Juga: Jembatan Pasar Kuok Dipenuhi Warga saat Pencarian Korban Tenggelam
"Kami tetap terus memantau dan melaporkan ke Pemkab Kuansing. Sejauh ini tidak ada yang mengungsi dan belum ada bantuan pangan untuk warga. Ketinggian air mulai semata kaki, lutut dan 100 cm," katanya.
Di Kecamatan Cerenti, air juga mulai merambah ke rumah warga. Terutama di Desa Sikakak dan Teluk Pauh. "Tapi air tidak terlalu tinggi, baru di halaman rumah warga. Kondisi air sungai Kuantan juga surut," sebut Camat Cerenti Erialis yang dihubungi.
Sementara Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, air sungai Kuantan sudah jauh berkurang, sekitar satu meter.
Baca Juga: Pantai Selat Baru Jadi Titik Pemantauan Hilal Awal Zulhijjah
Untuk Kecamatan Pangean, kondisi air sidah surut dan tinggal sisa-sisa banjir. Saat ini, luapan air sungai Kuantan merambah ke Kecamatan Inuman dan wikayah Hilir.
Menurut laporan yang diterimanya dari personel BPBD Kuansing di lokasi, di Kecamatan Kuantan Hilir ada sekitar rumah warga di Desa Pulau Kijang dan satu unit kantor Desa dengan ketinggian air 20 cm.
Kemudian di Desa Pulau Busuk Jaya di Kecamatan Inuman, ketinggian air 30 cm mencapai rumah warga. Ada sekitar 10 rumah warga terdampak banjir.
Baca Juga: Harga Kelapa Turun saat Panen Raya, Ini Penyebabnya Menurut Dinas Pertanian Inhil
Lalu di Desa Pulau Busuk, air mencapai 30 cm dan ada sekitar 71 rumah warga terdampak banjir dan satu unit musala.
Di Desa Seberang Pulau Busuk Inuman, ketinggian air mencapai 30 cm. Disini paling banyak rumah warga yang terdampak babjir. Data sementara ada 110 rumah warga terdampak banjir, satu unit MI dan satu unit TK.
"Sekarang itu air ke bagian Hilir. Kami minta Kecamatan, personel relawan bencana waspada dan lakukan pemantauan debit air sungai Kuantan," papar Yulizar.
Baca Juga: Arus Sungai Kuantan Seret Kompang Penyeberangan Sampai Talinya Putus, Untung Tak Ada Korban
BPBD Kuansing sejauh ini belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi. Soal bantuan pangan, BPBD Kuansing saat ini sudah berkoordinasi dengan Dinas PMD Sosial dan BPBD Riau.
"Sebab stok BPBD kita sudah habis. Makanya kita koordinasi dengan BPBD Riau," kata Yulizar.
Ia juga berkoordinasi dengan BPBD Sijunjung, Sumbar soal kondisi cuaca. Sejauh ini di wilayah Sijunjung kondisi air di Ombilin, Palangka juga surut dan tidak terjadi hujan lebat. Karena peningkatan debit air sungai Ombilin dan Palangka akan berdampak pada peningkatan debit air sungai Kuantan. (dac)
Editor : M. Erizal