Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Puluhan Warga Belanda Napak Tilas ke Desa Koto Kombu, Kenang Peristiwa Masa Lalu

Desriandi Candra • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:23 WIB
Rombongan warga Belanda, Sabtu (16/5/2026) disambut warga saat datang ke Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan. (ISTIMEWA)
Rombongan warga Belanda, Sabtu (16/5/2026) disambut warga saat datang ke Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan. (ISTIMEWA)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Sekitar 29 orang warga Belanda tiba-tiba ramai datang ke Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran mereka ternyata ingin melihat daerah yang dulunya pernah di tempati keluarganya saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang.

Ketua Tim Belanda, Eric Sininghe menyampaikan kehadiran mereka merupakan napak tilas dan mengenang sejarah para keluarga yang dulunya pernah menetap khususnya di Kuantan Singingi dan juga Provinsi Riau.

Baca Juga: Rizuqy Al-Faiq Bianka Simaremare, Anak Yatim Berdarah Kampar Ini Buktikan Mimpi Bisa Ditaklukkan, Lolos SMA Taruna Nusantara

"Kami mengunjungi daerah-daerah dimana keluarga kami dulu pernah dipekerjakan paksa oleh Jepang saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang. Nah, sekarang kami sudah sampai di sini. Kami sangat terharu," kata Eric Sinighe.

Eric Sinighe merasa bangga dan takjub kepada masyarakat Koto Kombu dengan masih tersisanya beberapa peninggalan sisa penjajahan dulu. Salah satu yang dikunjungi puluhan warga Belanda itu adalah sisa rel kereta api yang masih tergeletak di beberapa tempat di Desa Koto Kombu.

Ketika ditanya terkait adanya nama jalur Desa Koto Kombu Sang Ratu Helmina yang menjadi ikon desa tersebut, Eric Sinighe menyebut masyarakat Koto Kombu peduli dengan sejarah.

Baca Juga: Iran Tak Gentar Bertempur Lawan AS, Mayjen Hatami: Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

"Iya. Kami juga pernah melihat di media sosial adanya pacu jalur. Kami juga takjub. Kok ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis di situ Ratu Helmina, tapi kami tau maksudnya Ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutan di sini yang disesuaikan dengan nama jalur. Terima kasih masyarakat Koto Kombu. Lain kali kami kesini lagi," sebut Eric Sinighe.

Sementara, Osvian Putra sebagai pemandu tour menyebutkan puluhan warga Belanda tersebut merasa terkesan dengan keramahan masyarakat Koto Kombu. Mereka sangat senang dengan pelayanan dari pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan khususnya Desa Koto Kombu. Masyarakat berbaur dengan tamu yang datang. 

Namun, kata Osvian Putra, pihaknya berharap, dengan kedatangan para turis dari luar kota dan manca negara, masyarakat harus menangkap peluang-peluang ekonomi.

Baca Juga: Bruno Fernandes: Saya Sangat Sedih ketika Declan Rice Pilih Gabung dengan Arsenal

"Apalagi daerah Hulu Kuantan ini masuk dalam daerah yang banyak objek wisata. Nah, ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan baju kaos, miniatur jalur dan souvenir lainnya," kata Osvian.

Puluhan warga itu disambut oleh Sekcam Hulu Kuantan, Eka Handayani, Pj Kades Koto Kombu Syafni Delita, Ketua BPD Rafius, Sekdes Rabdes Kurniawan, Kades Lubuk Ambacang Iid Siswandi, ketua Lembaga Adat Nagori Hulu Kuantan dan Taslim Idrus.

Sekcam Eka Handayani menyampaikan terima kasih atas kunjungan warga Belanda ke Desa Koto Kombu. Kunjungan tersebut tentunya akan membawa berkah bagi daerah.

Baca Juga: Sapi Bantuan Presiden dengan Berat 823 Kg Diserahkan ke Masjid Inuman, Disbunnak Sebut Kebutuhan Hewan Kurban 2.832 Ekor

Ini juga disampaikan Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafni Delita. Menurutnya, kehadiran warga Belanda tersebut secara tidak langsung memberi nilai plus terhadap desa.

"Kami merasa terharu dengan kehadiran warga Belanda yang mengkhususkan datang ke Desa Koto Kombu. Mereka juga terharu dengan adanya nama jalur Sang Ratu Helmina. Ya, menimal, nama Desa Koto Kombu akan disebut-sebut di Belanda nantinya," kata Syafni Delita.

Editor : Rinaldi
#warga belanda #desa koto kombu #napak tilas masa lalu