TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kuansing yang tengah berada di tanah suci Makkah, selain menjalankan ibadah wajib dan sunah, sekarang juga tengah melakukan persiapan untuk melakukan rukun haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifa dan Mina).
Pada pelaksanaan ibadah di Armuzna, tidak semua peralatan dibawa, tetapi hanya tas ransel Armuzna.
Seluruh JCH diperkirakan pada 8 Zulhijah atau Senin 25 Mei 2026 sore sudah berada di Arafah. Di sini JCH melaksanakan ibadah salat magrib dan isya yang dijamak takdimkan.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Siapkan Operasi Pasar, Atasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Minyakita
Kemenhaj Kuansing mengingatkan agar jemaah beristirahat yang cukup untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026.
Wukuf di Padang Arafah dilaksanakan pada waktu zuhur. Ada beberapa kegiatan saat wukuf di Padang Arafah. Di tenda-tenda jemaah akan di kumandangkan azan salat zuhur, khatib menyampaikan khutbah wukuf, lalu mengerjakan salah zuhur dan ashar yang dijamak takdim. Usai itu, imam memandu zikir dan doa sampai waktu magrib.
"Rangkaian wukuf di Padang Arafah adalah rukun wajib haji. Dan kita banyak-banyaklah memanjatkan doa pada Allah SWT," ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis SAg MPd, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Lakukan Penyegaran, Ratusan ASN di Setwan DPRD Riau akan Diganti
Selanjutnya, kata Armadis, usai dari Padang Arafah seluruh jemaah bertolak ke Muzdalifa. Biasanya jemaah bertolak sore hingga pukul 23.00 WAS ke Muzdalifa.
"Bagi jemaah lansia atau yang lemah fisiknya, boleh langsung menuju Mina. Tetapi bagi yang sehat, wajib singgah di Muzdalifa. Sebab di sini juga rukun haji," kata Armadis.
Di Muzdalifa jemaah melakukan ibadah salat sunat mutlak, sunat taubat, menyiapkan 70 butir baru kerikil untuk melontar jumrah di Mina pada 10 Zulhijah.
Baca Juga: Living World Pekanbaru Berikan Beragam Kejutan Sempena Ulang Tahun Ke-8
Di Mina, lanjut Armadis ada waktu-waktu yang diperbolehkan dan dilarang bagi jemaah asal Indonesia untuk melontar jumrah. Pengaturan jadwal ini dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah Indonesia atau Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia (PPIH) dan otoritas Arab Saudi (Muassasah) guna keselamatan bersama.
"Pengaturan ini untuk menghindari terjadinya insiden antar jemaah dari berbagai negara. Sebab, biasanya jemaah haji negara lain, seperti Eropa, Afrika, Arab yang posturnya lebih besar dari Indonesia mengambil waktu pagi jam 07.00 WAS sampai jam 10.00 WAS. Biasanya Indonesia sama waktu dengan jemaah Asia Tenggara lainnya. Ini harus dipatuhi," papar Armadis lagi.
Jadwal dibagi menjadi hari Nahar (10 Zulhijjah) dan hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah). Tanggal 10 Dzulhijjah (Melontar Jumrah Aqabah) waktu utama/aman pada dini hari (00.00 – 04.30 WAS) atau sore/malam (10.00 – 24.00 WAS).
Baca Juga: KJU Group Hadirkan Exhibition Honda
Waktu larangan (bakda subuh). Jemaah Kuansing dan Indonesia lainnya dilarang melontar antara pukul 04.30 WAS hingga 10.00 WAS. Karena waktu tersebut adalah puncak kepadatan jemaah global.
Kemudian untuk tanggal 11 dan 12 Zulhijjah (Nafar Awal / Nafar Tsani), jemaah melempar tiga jumrah sekaligus secara berurutan. Yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah masing-masing tujuh kali lemparan.
Waktu yang ditetapkan biasanya jemaah Indonesia diberikan jadwal khusus. Misal, pukul 00.00-04.00 WAS atau 18.00-24.00 WAS dan waktu larangan utama yang biasanya berlaku pada pukul 10.30 WAS – 16.00 WAS agar tidak terjadi penumpukan.
Baca Juga: Usai Libur Panjang, ASN dan PPPK Inhil Diminta Tingkatkan Pelayanan
Tanggal 13 Zulhijjah (Bagi yang Nafar Tsani), melontar tiga jumrah Ula, Wustha, Aqabah seperti hari Tasyrik. Jemaah dapat melontar mulai pagi hingga selesai, sebelum meninggalkan Mina (Nafar Tsani).
Jemaah Kuansing diminta selalu ikuti jadwal per kelompok terbang (kloter) atau maktab yang telah dikoordinasikan oleh ketua rombongan.Tidak membawa barang bawaan. Dilarang membawa koper, tikar, atau barang berlebih saat menuju Jamarat.
Jemaah diimbau tidak berjalan sendirian, terutama bagi lansia yang sangat disarankan untuk mengambil tanazul (badal lempar jumrah).
Baca Juga: Raih Gelar Italian Open Ketiga
"Sekali lagi, ikuti imbauan dari kementerian soal pengaturan jadwal melempar jumrah di Mina dan jangan melanggar. Mudah-mudahan jemaah Kuansing dapat melakukan rangkaian ibadah haji dengan baik, sehat dan pulang dengan selamat," kata Armadis. (dac)
Editor : M. Erizal