TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Listrik di wilayah Kabupaten Kuansing kembali pulih. Rata-rata listrik di wilayah Kuansing kembali hidup Sabtu (23/5/2026) tepat pukul 06.50 WIB di lingkungan II Sungai Jering, Desa Pulau Banjar Kenegerian Kari, Kopah dan Taluk sendiri juga sudah hidup pada jam yang sama, 06.50 WIB.
"Alhamdulillah, listrik dah hidup kembali," ujar Yuli warga Sungai Jering.
Bagi ia, listrik menjadi sarana yang vital. Apalagi di hari libur ini, banyak aktivitas rumah tangga yang harus di kerjakan dengan menggunakan energi listrik. Seperti mencuci pakaian, menyetrika pakaian dan lainnya.
Baca Juga: Pep Guardiola Berjanji untuk 'Beristirahat' setelah Konfirmasi Kepergiannya dari Manchester City
"Syukurlah akhirnya kembali hidup setelah semalam mati di Teluk Kuantan. Mudah-mudaham tidak mati lagi," ujarnya.
Ini pun diungkapkan oleh Itam warga Desa Pulau Banjar Lari.
"Di Desa kami, sejak magrib bari hidup setengah tujuh lewat tadi. Mudah-mudahan listrik tak mati lagi," katanya.
Durasi mati listrik di wilayah Kuansing memang cukup lama. Dari Jumat (22/5/2026) pukul 18.50 Wib usai salat magrib hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 06.50 Wib atau persis 12 jam lamanya.
Manager ULP PT PLN Teluk Kuantan Lobertus G Hasugian yang dihubungi Riaupos.co membenarkan kalau listrik 90 persen di wilayah Kuansing sudah hidup pagi tadi.
Baca Juga: PLN Pulihkan 184 dari 227 Titik Terdampak Gangguan Kelistrikan di Sumatra
"Wilayah Kuansing, listrik baru hidup pagi tadi. Kondisinya sudah 90 persen," kata Lobertus.
Saat ini, ada beberapa titik di wilayah hilir Kuansing (arah Cerenti) yang beberapa desa masih mati karena adanya gangguan.
Listrik mati swjak Jumat malam, tidak saja dialami Kabupaten Kuansing tetapi merata di Riau. Dari informasi yang diterima dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, kondisi ini disebabkan adanya gangguan sistem kelistrikan di Muara Bungo Jambi. Titik ini terkoneksi ke wilayah Sumatera. Makanya, Jambi, Sumatera Utara, Kuansing dan Riau umumnya mati atau padam.
"Mudah-mudahan hari ini tidak terjadi lagi gangguan," kata Lobertus.(dac)
Editor : Edwar Yaman