TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Cuaca panas terik sudah di rasa selama tiga hari belakangan. Mulai Senin (25/5/2026) hingga Rabu (27/5/2026). Suhu pun rata-rata 31 derajat celcius. Syukurnya, sejak 1-27 Mei 2026, Kuansing masih bebas dari titik hotspot. Tidak ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.
"Alhamdulillah, di bulan Mei ini kita masih nihil titip api dan hotspot," kata Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi, Rabu (27/5/2026).
Meski masih nihil hot spot, BPBD Kuansing pun mulai siap siaga dengan perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas itu. Pasalnya, dari prakiraan BMKG Riau, intensitas hujan di akhir Mei ini sudah jauh berkurang dibandingkan awal Mei lalu.
Baca Juga: Takut pada Kecoak hingga Menjadi buku: Cara Bu Leli Menumbuhkan Literasi Anak lewat AI
"Dalam satu pekan itu, diperkirakan hujan hanya satu kali. Itu pun dengan intensitas sedang dan rendah. Dan hujan diperkirakan terjadi malam hari," ujarnya.
Dengan penurunan intensitas hujan itu, BPBD Kuansing sudah "membunyikan alarm" himbauan waspada pada semua kecamatan. Melalui tim relawan bencana maupun personel BPBD Kuansing yang di BKO-kan dua orang di setiap Kecamatan, menghimbau agar masyarakat Kuansing tidak membuka lahan perkebunan dengan cara di bakar. Tidak membuang puntung rokok sembarangan di areal perkebunan, dan mengurangi aktivitas menggunakan api saat bekerja di kebun. Sebab, dapat menyulut api dan musibah kebakaran. Dimana dengan kondisi sekarang, semak dan rerumputan mulai kering.
Bahkan sebagai langkah antisipasi, BPBD Kuansing beberapa minggu lalu telah melakukan pengecekan embung air di beberapa kecamatan yang rawan terhadap Karhutla untuk kesiapan stok air jika mengalami musim kemarau.
Yakni di Kecamatan Pucuk Rantau, Kuantan Mudik, Singingi Hilir, Singingi, Logas Tanah Darat dan Benai.
Baca Juga: Oknum Juru Parkir Diamankan Dishub Pungut Parkir di Indomaret
Dari pengecekkan kondisi embung, rata-rata dalam kondisi baik. Hanya saja ada beberapa embung yang sudah mengalami pendangkalan, serta ditutupi semak belukar. BPBD Kuansing akan berkordinasi dengan BPBD Provinsi terkait bantuan alat berat untuk melakukan perbaikan terhadap embung tersebut.
"Kita berharap, Kuansing dijauhi dari Karhutla. Dan pada masyarakat kami meminta himbauan itu dipatuhi bersama," ujar Koko.(dac)
Editor : Edwar Yaman