Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

145 Rakit PETI Dibakar di Inuman dan Cerenti

Desriandi Candra • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:55 WIB
Rakit penambangan emas tanpa izin dibakar tim gabungan saat operasi penertiban di Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (2/6/2026). (Polres Kuansing untuk Riau Pos)
Rakit penambangan emas tanpa izin dibakar tim gabungan saat operasi penertiban di Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (2/6/2026). (Polres Kuansing untuk Riau Pos)

 

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Personel gabungan yang dipimpin Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH “mengamuk” di Sungai Kuantan, Selasa (2/6). Mereka gerah dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang menjadi-jadi Kecamatan Inuman dan Cerenti. 

Polres mengerahkan kekuatan besar dengan menerjunkan sebanyak 280 orang personel gabungan. Ada 145 rakit PETI ditemukan dan langsung dibakar. Sebelum penertiban dilakukan, sekira pukul 09.30 WIB dilakukan apel pasukan di Lapangan Apel Mapolsek Cerenti.

“Ini adalah operasi gabungan bersama instansi terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam menindak aktivitas PETI yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Kuansing,” tegas Kapolres AKBP Hidayat Perdana  didampingi Wakapolres Kompol Nardy Masry.

Baca Juga: Gawat, Tim Gabungan "Mengamuk" di Sungai Kuantan, Kerahkan 280 Personel Gabungan, Bakar 145 Rakit PETI di Inuman dan Cerenti

Sebelumnya, Polres Kuansing bersama pihak terkait telah melakukan berbagai upaya preventif dan persuasif berupa penyampaian imbauan kepada camat, kepala desa, LAMR, LAN, serta unsur masyarakat agar menghentikan aktivitas PETI dan turut mendukung upaya penegakan hukum.

“Mengingat upaya sosialisasi dan imbauan telah dilakukan sebelumnya, maka pada hari ini (kemarin, red) akan dilaksanakan tindakan penertiban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya. 

Dalam pelaksanaan penindakan, ia mengingatkan pada personel agar menjaga sikap dan tutur kata, menghindari ucapan maupun tindakan yang dapat memancing provokasi, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni Respons terhadap Usulan Pemkab Kuansing 3.800 Hektare Masuk Program TORA

Sebab, keselamatan personel menjadi prioritas utama, oleh karena itu seluruh anggota diminta untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keamanan selama bertugas di lapangan. Sebelum turun, mereka sudah membagi tim-tim operasi yang diatur dan dikoordinasikan oleh Kabag Ops sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan secara efektif dan terarah.

Apabila dalam pelaksanaan tugas ditemukan adanya dugaan perlawanan atau tindakan yang berpotensi menimbulkan permasalahan, didokumentasikan melalui rekaman video sebagai bahan dokumentasi dan pembuktian, sekaligus untuk mengantisipasi munculnya informasi atau isu negatif yang tidak sesuai fakta di media sosial maupun di tengah masyarakat.

Ini pun ditegaskan oleh Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry. Sebagai antisipasi, mereka juga menempatkan personel bersiaga di Mapolsek Cerenti guna mengantisipasi kebutuhan personel tambahan maupun perkembangan situasi di lapangan.

Sekitar pukul 10.30 WIB, personel gabungan yang telah dibagi beberapa tim. Personel gabungan menyasar lokasi aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk Inuman, Desa Pulau Panjang Inuman, Desa Ketaping Jaya Inuman, Desa Tanjung Medan Cerenti, Desa Sikakak Cerenti, dan Desa Pulau Bayur Cerenti. 

Hasilnya, tim berhasil menemukan 145 rakit PETI di dua kecamatan itu. Jumlah itu terdiri dari Desa Ketaping Jaya Inuman 15 rakit, Desa Pulau Busuk Inuman 16 rakit, dan Desa Pulau Panjang Inuman sebanyak 12 rakit. Di Kecamatan Cerenti, ditemukan di Desa Tanjung Medan sebanyak 21 rakit, Desa Sikakak 29 rakit, dan Desa Pulau Bayur 52 rakit. 

Baca Juga: Jemaah Haji Kuansing Ratinis Abd Ghani Sempat Dirawat 5 Hari di RS King Abdul Aziz Sebelum Meninggal

“Semuanya ada 145 rakit PETI yang ditemukan personel gabungan. Semuanya kita musnahkan di lokasi dengan cara dibakar,” tegas Hidayat Perdana.  Sementara pelaku, tidak ditemukan di lokasi. Kemungkinan sudah meninggalkan lokasi saat tim turun. “Kegiatan operasi penertiban selesai pukul 18.30 WIB dengan situasi aman dan kondusif,” ujarnya. 

Hidayat Perdana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pasukan gabungan atas pelaksanaan kegiatan penertiban PETI ini. Dia berharap penertiban yang dilakukan mampu menjadi efek jera bagi para pelaku aktivitas PETI di Kuansing.

“Apabila aktivitas PETI di wilayah Kuansing kembali masif, tidak menutup kemungkinan kita akan dilakukan kegiatan penertiban sebagaimana yang telah dilakukan hari ini,” tegas Hidayat Perdana.(dac) 

 

Editor : Arif Oktafian
#peti dibakar #rakit peti #polres kuansing