Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kabar Gembira, Harga Sawit Petani di Kuansing Naik Lagi, Tembus Rp3.060 per Kg

Desriandi Candra • Kamis, 4 Juni 2026 | 21:55 WIB
Hepi, seorang petani sawit di Desa Simandolak Benai melakukan pemupukan pohon sawit secara berkala, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Hepi, seorang petani sawit di Desa Simandolak Benai melakukan pemupukan pohon sawit secara berkala, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

 

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabar gembira bagi petani sawit swadaya di Kuansing. Harga tandan buah segar (TBS) sawit per Rabu (3/6/2026) naik Rp300 per Kg. Sehingga harga jual sawit petani di peron atau pengumpul buah menjadi Rp 3.060 per Kg dari Rp2.760 per. 

Kenaikan harga jual sawit petani, serentak diumumkan pada Rabu. "Alhamdulillah, per Rabu 3 Juni 2026, harga sawit petaninaik. Dari Rp2.760 per Kg menjadi Rp3.060 per Kg atau naik Rp300 per Kg," ujar Pebri pemilik peron di Desa Teberau Panjang Kecamatan Gunung Toar, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga jual TBS sawit petani juga dipicu naiknya harga beli buah sawit di pabrik kelapa sawit (PKS) di Kuansing yang tren juga mengalami kenaikan. Yakni rata-rata Rp3.370 per Kg sampai Rp3.590 per Kg. 

Baca Juga: Atasi Over Kapasitas, 990 Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi Dipindahkan ke Lapas Baru di Ujung Tanjung

Kemungkinan bisa jadi kenaikan harga ini dipengaruhi sudah adanya kepastian pasar dari kebijakan pemerintah pusat, sehingga ikut berdampak positif dengan harga jual sawit hingga ke tingkat petani. 

Bagi mereka, sebagai pengumpul atau peron dari sawit petani membeli tetap berdasarkan harga TBS sawit yang ditetapkan PKS. "Kalau harga di PKS tinggi, tentu harga beli sawit petani kami beli tinggi pula. Karena, mereka juga harus memperhitungkan biaya muat, transportasi dan upah tenaga kerja," ujarnya. 

Meski belum bisa dipastikan tentang harga pekan berikutnya, Pebri berharap harga sawit teruslah membaik. Sebab menurutnya, penopang ekonomi masyarakat Kuansing ini ada dua di sektor perkebunan. Yakni karet dan sawit. "Kalau kedua komoditi ini anjlok harganya, bisa kita lihat daya beli di pasar. Akan sepi," ujarnya. 

Baca Juga: Heboh Sidang Abdul Wahid, PH Dani M Nursalam dan Asri Auzar Hampir Baku Hantam

Kenaikan harga sawit itu disambut baik oleh beberapa petani sawit di Kuansing seperti, Hepi Meizon dan Edi Muslim dari Desa Pulau Kedundung Kecamatan Kuantan Tengah. 

"Kalau harga sawit membaik, petani akan sejahtera dan kebun akan terpelihara dengan baik. Tapi kalau anjlok, pupuk pun tidak terbeli. Dan kebun petani alamat tidak akan terawat," ujarnya. (dac)

Editor : M. Erizal
#Harga TBS Kelapa Sawit #harga sawit naik #kuansing