TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Dampak peralihan musim hujan ke musim panas, mulai terlihat di Kuansing. Debit air Sungai Kuantan semakin surut dari biasanya. Bahkan mulai terjadi pendangkalan. Kondisi sungai Kuantan ini bisa dilihat jelas dari Tepian Narosa Telukkuantan.
Senin (8/6/2026) sore, hampar pasir di Tepian Narosa Telukkuantan di wilayah Desa Seberang Taluk terlihat jelas dari Desa Koto Taluk. Ini menandakan debit air Sungai Kuantan sudah jauh mengalami surut. Kondisi normal air Sungai Kuantan biasanya melewati sebagian hamparan pasir.
Penurunan debit air sungai Kuantan itu pun diakui oleh Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar. Menurut Yulizar, kondisi ini di sebabkan intensitas curah hujan yang sudah sangat jauh berkurang. Ditambah pengaruh Elnino, peralihan musim hujan ke musim panas. Dimana kondisi cuaca selama dua pekan ini terpantau rata-rata dibatas 30 derajat celcius.
Baca Juga: Bukan Sekadar Iven Lari, Pekanbaru Lestari Run Bawa Pesan Kebersihan dan Pelestarian Lingkungan
"Memang benar, kondisi debit air sungai Kuantan jauh surut dari kondisi normal. Ini karena intensitas hujan yang jauh berkurang dan dampak elnino peralihan musim hujan ke panas," kata Yulizar.
Bahkan sekarang, sejumlah sumur warga mulai di landa kekeringan. Dari prakiraan BMKG Riau, Juni ini sudah mulai masuk musim panas. Yulizar pun khawatir, kondisi ini akan mengancam pelaksanaan iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa pada bulan Agustus. Sebab, puncak musim panas berdasarkan prakiraan BMKG Riau terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026.
"Kalau panas berlangsung lama hingga September, pelaksanaan pacu jalur tradisional di Tepian Narosa akan terancam. Debit sungai Kuantan akan semakin dangkal. Sekarang sudah mulai terjadi pendangkalan, apalagi musim panas tanpa hujan sampai Agustus. Namun kita berdoa, mudah-mudahan itu tidak terjadi," kata Yulizar.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Tegas, Calo dan Siswa Titipan Terancam Sanksi Pidana
Ini pun diakui oleh Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon II, Indra Sukri. Menurut Indra Sukri, dari hasil pengecekan panitia pacu jalur Rayon II yang akan di langsungkan di Tepian Narosa Teluk Kuantan 27-29 Juni 2026, ada beberapa titik di arena pacu jalur Tepian Narosa yang harus dilakukan pengerukan. Kondisi itu disebabkan karena pendangkalan akibat debit air Sungai Kuantan yang surut.
Beberapa titik yang kemungkinan perlu dilakukan pengerukan seperti di pancang star arena pacu jalur.
"Dan kami segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kuansing. Bila debit sungai Kuantan tidan bertambah menjelang pacu jalur, kemungkinan titik yang dangkal itu akan kita keruk dengan alat berat," papar Indra Sukri.(dac)
Editor : Edwar Yaman