Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hari Pertama Kenaikan Harga BBM Non-Subsudi, Pertamax di SPBU Sungai Jering Kosong

Desriandi Candra • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:51 WIB
Pasokan Pertamax di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah di hari pertama pemberlakuan harga baru, Rabu (10/6/2026) kosong. Foto Desriandi Candra
Pasokan Pertamax di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah di hari pertama pemberlakuan harga baru, Rabu (10/6/2026) kosong. Foto Desriandi Candra

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga BBM non subsidi. Kali ini, untuk Pertamax dan Pertamax Green. 

Sehingga harga baru Pertamax (Ron 92) menjadi Rp17 ribu per liter. Kenaikan yang terjadi sebesar Rp4.100 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.

Di hari pertama kenaikan harga Pertamax di SPBU 14.293.640 Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, dari pantauan Riaupos.co, justru kosong. Tidak ada antrean pengendara di stasiun pengisian Pertamax. Begitu juga BBM jenis Pertalite, juga terlihat kosong. 

Baca Juga: Waspada! Epidemi HIV dan AIDS di Kota Pekanbaru Memprihatinkan

Kendaraan yang antre hanya untuk pengisian solar dan pertamina dex. Menurut Administrasi SPBU Sungai Jering Mega Wahyuna yang dikonfirmasi mengatakan, BBM jenis pertamax belum masuk. "Pertamax masih kosong, belum masuk. Pasokan masuk dua hari yang lalu," kata Mega. 

BBM Pertamax, kata Mega, dipasok oleh Pertamina dari luar negeri. Sementara untuk Pertalite untuk hari ini juga belum masuk. Kemungkinan pasokan Pertalite baru masuk nanti malam.

"Kalau Pertalite baru habis siang ini. Mudah-mudahan malam nanti masuk. Pertalite sendiri mereka datangkan dari Sumatera Barat," papar Mega Wahyuna. 

Baca Juga: Wawako Pekanbaru Lantik 42 Pejabat Eselon II, III dan Fungsional, Ini Nama-namanya

Sementara soal besaran kuota, lanjut Mega, sama, tidak ada pengurangan. Yakni 16 KL. Hanya saja terkadang BBM nya datang dari Padang atau Tembilahan Indragiri Hilir. "Karena perjalanan jauh, terkadang terjadi kendala dalam perjalanan," ujarnya.

Terkait dengan sering terjadinya antrean kendaraan di lapangan, Kadis Kopdagrin Kuansing Drs Masnur MM melalui Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Herlinawati mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan, mereka selalu mengingatkan pengelola SPBU di Kuansing kalau melakukan sesuai aturan. 

Yakni melakukan pengisian menggunakan barcode my pertamina sesuai nomor polisi kendaraan dengan maksimal 50 liter per hari per kendaraan. "Dan hasil penjelasan pengelola SPBU, itu sudah mereka lakukan," kata Herlina. 

Baca Juga: Tiba di Riau, Ini Agenda Selvi Gibran dan Ibu Seruni 

Sedangkan untuk pasokan, pihak pengelola SPBU menyebutkan tidak ada kendala. Kuota yang dikirimkan sesuai dengan jatah. Tetapi terkadang ada keterlambatan pasokan datang. Sehingga BBM habis lebih cepat. 

Editor : Rinaldi
#bbm non subsidi #spbu sungai jering #Pertamak