TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan MTQ Riau ke 44 yang berbarengan dengan Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa Teluk Kuantan, diprediksi akan dipadati ribuan orang.
Baik masyarakat Kuansing sendiri maupun tamu-tamu dari 12 kabupaten/kota di Riau. Membludaknya orang yang datang ke Teluk Kuantan menyaksikan MTQ Riau dan Pacu Jalur Rayon II juga berdampak bertambahnya tumpukan sampah setiap hari dari hari biasa.
Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing memprediksi, akan terjadi penambahan sampai 10 ton per hari. Sehingga, sampah yang dihasilkan per hari menjadi 40 ton per hari.
Baca Juga: BI Proyeksikan Rupiah Bakal Menguat Jadi Rp16.800 per Dolar AS
"Kalau hari biasa itu 30 ton per hari sampai setiap hari yang harus dibersihkan. Namun karena ada hajatan MTQ Riau dan Pacu Jalur Rayon II, kami prediksi jumlah tonase sampah bertambah 10 ton sehingga ada 40 ton sampah yang harus dibersihkan setiap hari," sebut Plt Kadis DLH Kuansing, Delis Martoni, Kamis (11/6/2026).
Kondisi ini membuat Dinas DLH Kuansing dan pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, harus bekerja keras.
Sementara armada yang ada sekarang, empat unit coldisel, tujuh unit Kaisar, satu unit L300, dan 201 personel kebersihan yang dimiliki DLH dan Kecamatan Kuantan Tengah.
Baca Juga: Pentingnya Penguatan Sosialisasi Imunisasi
DLH Kuansing juga sudah menyurati PT RAPP untuk meminta bantuan peminjaman satu unit WC portabel dan 500 unit tong sampah.
Untuk skema, lanjut Delis Martono, seluruh tim kebersihan akan bergerak membersihkan tumpukan sampah pada malam hari pada setiap harinya. "Karena kalau pagi hingga sore hari, tidak memungkinkan petugas kebersihan bekerja. Karena aktivitas orang masih tinggi," kata Delis.
Sedangkan bantuan 500 unit tong sampah itu, akan di tebar di pusat-pusat keramaian di Kota Teluk Kuantan. "Dan kami menghimbau, masyarakat membuang sampah pada tong sampah yang ada. Sehingga akan membantu petugas membersihkannya," papar Delis Martoni. (dac)
Editor : M. Erizal