TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kawasan Kompleks Rumah Dinas Jabatan Bupati Kuansing, sampai hari ini tak kunjung dilanjutkan pembangunannya.
Sudah dua tahun anggaran, proyek ini tak dilanjutkan sejak pembangunan tahap awal dilaksanakan pada tahun 2024 melalui dana APBD Kuansing sebesar Rp1,6 miliar lebih.
Di tahap awal, dilakukan untuk pematangan lahan, pemagaran lahan dan jalur jalan dalam makam. Kini kondisinya terlihat tak terawat, dipenuhi semak ilalang. Sehingga menimbulkan pemandangan yang tidak sedap. Apalagi berada di pinggiran ruas jalan kabupaten yang dilalui setiap hari kendaraan.
Baca Juga: LPS Terbaik Dapat Hadiah Umroh, Pemko Pekanbaru Gelar Lomba Pengelolaan Sampah
Wakil Ketua II DPRD Kuansing, Romi Alfisah Putra pun menyayangkan dengan kondisi itu. Mengapa pembangunan Taman Makam Pahlawan itu tidak dilanjutkan dan bagaimana perencanaannya.
Ia menyarankan agar pembangunannya dilaksanakan sesuai dengan rencana awal dan peruntukannya. "Kami sebagai anggota DPRD tentu bertanya, mengapa ini tidak dilanjutkan. Lalu perencanaannya seperti apa. Kan sayang kalau kondisinya seperti ini," kata Romi Alfisah Putra, Kamis (18/6/2026).
Romi menyebutkan, bila dalam perencanaan awal dibangun untuk Taman Makam Pahlawan (TMP), maka pemerintah harus menuntaskannya sesuai rencana awal. Tidak dibiarkan seperti dengan kondisi sekarang. Semak dan tanpa kejelasan.
Baca Juga: Terekam CCTV, Kasir PT MPT Jadi Korban Perampokan Sadis di Pelalawan
Dia berharap pembangunan TMP segera dituntaskan sehingga bisa difungsikan sesuai rencananya. Kepala Dinas PUPR Ade Fahrer Arif melalui Kabid Cipta Karya, Eka Rifanop Indra ST menyebutkan, kondisi efisiensi anggaran membuat anggaran banyak terjadi pemangkasan dan penundaan sejumlah proyek pembangunan, termasuk lanjutan pembangunan Taman Makam Pahlawan Kuansing.
Namun Dinas PUPR sudah merancang usulan lanjutan pembangunan Taman Makam Pahlawan dalam APBD 2027 mendatang. "Mudah-mudahan tahun 2027 bisa disetujui sehingga pembangunan TMP ini bisa dilanjutkan," ujarnya.
Sementara untuk pemeliharaan, rutin dilakukan seperti pemotongan rumput area TMP. Hanya saja kondisinya cepat tumbuh. "Dan segera kita lakukan pemotongan kembali," kata Eka.
Editor : Rinaldi