TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Rumah dinas jabatan Sekda Kuansing, Senin (29/6/2026) pagi hingga malam dijaga lima orang personel Brimob Polda Riau dengan senjata laras panjang. Riaupos.co bersama awak media lainnya, menunggu setiap gerak-gerik di rumah dinas itu yang terdapat ada Tim KPK di dalamnya.
Sekitar pukul 20.20 WIB, kelima personel Brimob itu didatangi seorang pria menggunakan rompi yang keluar dari dalam rumah dinas jabatan. Lalu kemudian masuk kembali ke dalam. Kemudian mereka pun bersiap-siap berjaga di pintu masuk rumah dinas dengan memegang senapan laras panjang.
Sekitar 10 menit kemudian, satu unit mobil pikap Brimob itu menyala. Tak lama kemudian, dua unit mobil Innova Reborn hitam di teras depan rumah dinas ikut menyala. Sekitar empat orang yang diduga Tim KPK itu keluar menggunakan mobil itu diiringi satu mobil Brimob dan satu unit mobil pikap putih.
Lampu yang temaram dan kurang terang di halaman rumah dinas, membuat awak media tidak bisa melihat secara jelas. Tetapi di rombongan itu, tidak ada pejabat Kuansing yang ikut dengan mereka. Kemudian, belum lama mobil Brimob dan Inova Reborn hitam yang diduga ditumpangi tim KPK lewat, menyusul keluar dari dalam rumah dinas jabatan Sekda, Wabup Kuansing H Muklisin. Menggunakn pakaian melayu, Muklisin di jemput oleh mobil Jazz warna merah dengan plat nomor polisi asal Kuansing.
Namun tak terlihat Sekda Kuansing Zulkarnain ikut pergi menaiki mobil. Mobil Jazz merah itu, ditutupi kaca hitam, sehingga tidak terlihat jelas raut wajah Wabup Muklisin di dalam mobil. Mobil Jazz merah itu pun pergi berlalu tanpa ada sepatah kata dari Wabup Muklisin yang pergi tanpa membuka kaca mobil.
Awak media pun kembali meminta Satpol PP Kuansing yang berjaga di pos agar meminta Sekda Zulkarnain keluar menemui awak media. Karena menurut anggota Satpol PP Kuansing yang bertugas, Sekda Zulkarnain masih di dalam rumah dinas.
Baca Juga: Soal Kedatangan Tim KPK ke Kuansing, Budi Prasetyo: Nanti Dikabarin kalau Sudah Oke
Sampai pukul 21.30 WIB, tidak ada keterangan resmi yang menyebutkan ada sejumlah pejabat teras Kuansing yang dibawa KPK. Sejak bergulir informasi ini, sejumlah pejabat Kuansing sulit dihubungi dan tidak mau merespons.
Asisten III Setda Kuansing, Drs Azhar MM yang dihubungi, mengaku tengah berada di dalam rumah.
"Saya justru baru tahu membaca berita dari berbagai WA grup Kuansing," ujarnya
Azhar menyebutkan, sedari pagi hingga sore tidak ada bertemu dengan Bupati, Wabup maupun Sekda. Sekitar pukul 10.00 WIB dia memimpin rapat MTQ Riau di sekretariat panitia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kuansing yang berada di depan rumah Dinas Jabatan Bupati yang kosong.
"Rapat di Sekretariat Panitia MTQ itu selesai sampai sore. Lalu saya pergi melihat pacu Jalur Rayon II hari ketiga," ujarnya.
Azhar enggan berkomentar tentang informasi yang beredar di WA grup maupun media sosial kini.
"Sebaiknya kita tunggu saja informasi akurat dari pejabat yang berwenang," ujarnya.
Sementara informasi di lapangan menyebutkan, kalau Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dengan beberapa orang pejabat teras Kuansing sore tadi sudah dibawa menuju Pekanbaru oleh penyidik KPK. Sementara Wabup Kuansing H Muklisin malam ini disebut diminta langsung menyusul ke Pekanbaru.(dac)
Editor : Edwar Yaman