TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Siap-siap, Sekolah Rakyat (SR) Kuansing di kawasan Sport Center Kuansing segera difungsikan.
Ini menyusul tim Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama tiga kepala sekolah rintisan di Riau, Rabu (1/7/2026) melakukan peninjauan gedung Sekolah Rakyat.
Aktivitas Sekolah Rakyat Kuansing itu, akan diawali dengan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada 14 Juli 2026 mendatang.
Baca Juga: Abdul Wahid Masih Heran Mengapa Dia Ditangkap KPK, Jelaskan Rangkaian Sebelum Kena OTT
"Tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat akan di fungsikan. Di mulai dengan pengenalan lingkungan sekolah 14 Juli 2026," ungkap Sekretaris Disdikpora Kuansing, Zulmaswan SPd MM, Kamis (2/7/2026).
Menurut Zulmaswan, untuk jenjang pendidikan SD yang ditargetkan sebanyak 90 orang murid atau tiga ruang belajar, hanya terisi 13 orang murid. Kondisi ini disebabkan, sulitnya para orang tua murid melepas anak-anak mereka yang harus tinggal di asrama.
Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA, masing-masing terpenuhi 90 orang murid dengan tiga ruang belajar.
Baca Juga: Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa
Untuk guru, ada sebanyak sembilan guri tamu SD dan 17 guru tamu SMP yang bertugas hingga penetapan guru dan tenaga pendidik dari Kemensos RI.
Sementara untuk bangunan asrama SMP dan SMA sudah tuntas. Tinggal bangunan asrama murid SD yang masih dalam proses penuntasan.
Sementara menurut Dinas Sosial PMD Kuansing, Plt Kadis Sosial PMD Kuansing, Dodi Fitrawan SAP MM, di tahun ajaran baru ini ada sebanyak 420 orang murid yang akan diterima dan dididik di Sekolah Rakyat Kuansing. Tidak saja dari Kuansing.Tetapi ada berasal dari Rohil, Pemprov dan Sentra Bisika.
Baca Juga: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Semprot Kepala OPD yang Absen Rapat Paripurna DPRD
Untuk Kabupaten Kuansing, ada 270 murid. Masing-masing SD 90 orang tiga ruang belajar, SMP 90 orang dan tiga ruang belajar. Lalu SMA sebanyak 90 orang dan tiga ruang belajar.
Kemudian Kabupaten Rohil sebanyak 60 orang SMP dan SMA masing-masing satu ruang belajar. Pemprov Riau sebanyak 30 orang murid SMA atau satu ruang belajar dan Sentra Bisika dengan 60 murid dan dua ruang belajar untuk jenjang pendidikan SMP.
"Rohil dan Pemprov ini sekolah rintisan. Artinya mereka mengikuti proses belajar mengajar sementara menunggu gedung Sekolah Rakyat mereka rampung," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal