TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Panitia pacu jalur tradisional tahun 2026, secara resmi mengumumkan hasil sayembara desain logo pacu jalur tradisional tahun 2026. Penetapan siapa yang menjadi pemenang, tertuang di dalam keputusan Dewan Hakim nomor 01/Panpel-FPJT/KS/VII/2026.
Dari 78 peserta lomba sayembara yang ikut serta, hasil desain logo pacu jalur Melchias Ari Setiadji akhirnya ditetapkan sebagai pemenang atau juara I.
Melchias Ari Setiadji adalah seorang yang berprofesi sebagai desainer asal Surabaya. Dengan begitu, Melchias Ari Setiadji berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp3 juta.
Baca Juga: Epson Luncurkan Printer Tekstil Industri Terbaru
"Dewan hakim sudah memutuskan dan menetapkan kalau pemenang sayembara desain logo Pacu Jalur Tradisional 2026 dimenangkan oleh Melchias Ari Setiadji, desainer asal Surabaya," ungkap Ketua Panitia Pacu Jalur Tradisional 2026 Andi Cahyadi didampingi Sekretaris Panitia Herika Putra, Kamis (9/7/2026).
Desain logo pacu jalur tradisional 2026 hasil karya Melchias Ari Setiadji, bertemakan "Budaya Lestari Ekonomi Berseri". Logo yang dibuat dinilai sesuai dengan kearifan lokal budaya dan tradisi pacu jalur tradisional yang dimiliki Kabupaten Kuansing.
Logo yang dibuat mempresentasikan kemeriahan even festival dengan bentuk desain dan warna yang mempresentasikan dari karakter budaya dan spiritual Kabupaten Kuansing.
Baca Juga: Menyulam Masa Depan Digital, Bagaimana Epson SC-F20030 Mengubah Kain Jadi Kanvas Premium
Joki atau si tukang tari yang atraktif diujung perahu mamacu semangat lomba, melambangkan pergerakan kemajuan Kabupaten Kuansing, tangan menggenggam padi melambangkan kesejahteraan Kuansing.
Kemudian, figur pendayung pacu jalur menjadi arti semangat kolektifitas, solidaritas dan sportifitas pada lomba perahu dayung tradisional di Sungai Kuantan dengan warna melayu orange, kuning dan hijau.
Sungai Kuantan yang menjadi lokasi merumahan sungai vital yang menghidupi masyarakat Kuansing dan menjadi lintasan festival perahu pacu panjang pacu jalur, sumber penghasil devisa dan perputaran ekonomi berbagai sektor yang mensejahterakan.
Baca Juga: Pemkab Siak Sediakan Kapal Gratis Setiap Hari dari Mengkapan ke Teluk Lanus
Kemudian, sambung Herika, makna Tudung Kepala khas Kuansing berarti Pemkab Kuansing sebagai pengendali serta pioner pengendalian festival pacu jalur legendaris yang menarik dan mendunia.
Pohon kelapakelapa, tanaman berbuah dan menjulang yang bermakna filosofis berani berlomba dan berjuang meraih prestasi. Selain itu melambangkan keindahan alam Kuansing kaya akan sumber penghidupan di tanah yang subur.
Sementara motif selembayung pada logo mempresentasikan keunikan dan melestarikan kearifan lokal . Mendongkrak promosi pariwisata unggulan Kuansing, betkesan menggerakkan perekonomian masyarakat. Sedangkan dibagian ujung membulat betmakna Tukang Gelek (penabuh irama).
Logo ini akan menjadi logo resmi yang akan digunakan pada iven pacu jalur tradisional tahun 2026.(dac)
Editor : Edwar Yaman