TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) kembali melanjutkan komitmennya terhadap implementasi Kampus Berdampak melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Mereka memberikan penyuluhan dan pelatihan bagaimana meningkatkan pendapatan anggota Kelompok Tani Seiya Sekato Desa Pauh Angit Hulu dengan mengelola limbah pertanian dan limbah ternak kerbau menjadi produk pupuk kompos dan produk silase.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pauh Angit Hulu, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (14/7) di Kelompok Tani Seiya Sekato.
Baca Juga: 17 Rakit PETI di Areal PT KTBM Disapu Bersih Polsek Kuantan Mudik
Selain dihadiri anggota kelompok tani Seiya Sekato, kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Kecamatan Pangean, masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintahan Desa Pauh Angit Hulu.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Uniks yang turun terdiri dari Dr Chairil Ezward SP MP, Hj Elfi Indrawanis MM dan H Fitrianto SAg MSh.
Menurut Dr Chairil Ezward SP MP, kegiatan PKM yang mereka lakukan berjudul “PKM Menuju Desa Mandiri Melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Teknologi, Manajemen Produksi dan Pemasaran Silase dan Pupuk Kompos Jerami Padi di Desa Pauh Angit Hulu”.
Baca Juga: Tim Kemenag Kuansing Turun ke Lokasi, Aktivitas Ponpes NT Dihentikan
Kegiatan PKM ini bertujuan, memberdayakan kelompok tani Seiya Sekato dan masyarakat Desa Pauh Angit Hulu melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam teknologi, manajemen produksi dan pemasaran Silase serta pupuk kompos jerami padi.
Diharapkan kegiatan PKM ini berdampak keberdayaan dan berlanjutan di Desa Pauh Angit Hulu. Sasaran PKM ini adalah kelompok tani Seiya Sekato, masyarakat dan Pemerintahan Desa.
Soal sumber biaya, Chairil Ezward menyebutkan, kalau kegiatan PKM ini dibiayai dari hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2026, dengan nomor kontrak induk 220/C3/DT.05.00/PM/2026. nomor kontrak turunan : 39/LL17/BOPTN PKM/2026 dan 02/LPPMDI/UNIKS/KPKM/IV/2026.
Baca Juga: Ternyata, Masih Ada Aktivitas PETI di Kawasan Kota, Polres Tindak Lima Unit Stingkai
Tim PKM melaksanakan penyuluhan berupa sosialisasi dan Forum Group Discution (FGD) PKM, pengomposan jerami padi menggunakan MOL serasah bambu, Insilase jerami padi untuk pakan ternak, tatakelola kelompok tani profesional, strategi pemasaran produk, uji coba produk kompos ke tanaman, pomosi produk kompos dan produk silase, dan pendampingan dalam penjualan produk.
Chairil Ezward menyampaikan pentingnya membangun desa dengan cara pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, serta kesehatan lingkungan Desa Pauh Angit Hulu penting untuk diperhatikan melalui pengelolaan limbah-limbah pertanian dan limbah-limbah ternak kerbau yang tepat.
“Limbah pertanian dan limbah ternak kerbau dapat dikelola menjadi produk pupuk kompos dan produk silase,” kata Chairil Ezward.
Sementara menurut Elfi Indrawanis, tata kelola kelompok tani yang berintegritas, profesional, berkelanjutan yang terintegrasi dengan teknologi dapat memberikan tambahan pendapatan.(dac/c)
Editor : Arif Oktafian