TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pacu jalur tradisional Tepian Narosa Teluk Kuantan, dijadwalkan akan dihelat kembali pada 19-23 Agustus 2026. Iven tradisi dan budaya kebanggan masyarakat Riau asal Kabupaten Kuansing, membutuhkan dana yang cukup besar. Dari hasil rapat pembahasan, butuh anggaran Rp6,6 miliar.
Sebesar Rp1,2 miliar sudah dicover lewat APBD Kuansing tahun 2026. Sisanya Rp5,4 miliar akan talangi lewat para donatur yang tidak mengikat. Selain itu, Pemkab Kuansing pun berharap adanya dukungan provinsi dan pusat.
Harapan Pemkab Kuansing itu cukup beralasan. Sebab, iven tradisi dan budaya pacu jalur tidak hanya membawa nama Kabupaten Kuansing tetapi juga Riau bahkan nasional.
Baca Juga: Pemkab Akan Manfaatkan 10 Stan Kabupaten/Kota untuk Semarakkan Iven Pacu Jalur
Dimana iven pacu jalur menjadi bagian dari Riau yang sudah masuk sebagai salah satu kharisma even nusantara (KEN). "Karenanya, kita tentu berharap dukungan dari provinsi dan pusat," ujar Kadis Budpar Kuansing, Ir Emmerson, Sabtu (18/7/2026).
Untuk Provinsi, lanjut Emmerson, Kuansing berharap dukungan yang maksimal. Sebab, pacu jalur adalah salah satu ikon pariwisata Riau yang mampu menggema ke manca negara. "Pemprov Riau tiap tahun tetap memberikan suport terhadap tradisi ini. Tahun ini, kita berharap bisa lebih maksimal," ujarnya.
Untuk meraih dukungan pusat, Kamis (16/7/2026), dirinya bersama beberapa bidang, mendatangi Kementerian Pariwisata RI. Memaparkan soal tradisi pacu jalur yang tahun ini kembali di gelar. Dalam pertemuan itu, mereka diterima Ketua Tim Even Wisata Kemenpar wilayah Sumatera dan Kalimantan Diana.
Baca Juga: Jangan Lupa! Ada Nobar Final Piala Dunia Argentina vs Spanyol di Kawasan Eks Astaqa MTQ
Mereka menegaskan kalau Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI terus memberikan suport bagi pengembangan pariwisata daerah. Bahkan Menteri Pariwisata RI, ada rencana akan kembali hadir ke Kabupaten Kuansing, membuka dan menyaksikan even pacu jalur ini. "Baik dukungan provinsi dan pusat, nanti akan ada tindaklanjut dari pak Plt Bupati Kuansing H Muklisin," ujarnya.
Editor : Rinaldi