Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Muklisin Minta Bangunan Astaka MTQ Dilanjutkan, Jangan Sampai Tamu yang Datang Melihat Bangunan Belum Siap

Desriandi Candra • Minggu, 19 Juli 2026 | 10:46 WIB

Plt Bupati Kuansing H Muklisin. (Istimewa)

Plt Bupati Kuansing H Muklisin. (Istimewa)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H Muklisin berharap pembangunan gedung Astaka Utama di kawasan Tepian Narosa dapat dipercepat sehingga dapat dimanfaatkan pada penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) 2026.

Festival pacu jalur merupakan agenda budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi yang setiap tahun menjadi magnet ribuan wisatawan dan tamu dari berbagai daerah. Karena itu, ia ingin seluruh fasilitas pendukung, termasuk gedung Astaka Utama, telah siap digunakan saat festival berlangsung.

Meski masa kontrak pembangunan gedung tersebut masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026, percepatan pekerjaan dinilai penting agar kawasan Tepian Narosa tampil lebih representatif saat menyambut para tamu.

 Baca Juga: 10 Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi sejak Januari hingga Juli 2026, KPK: Terjadi karena Perpaduan Berbagai Faktor

"Kami berharap pembangunan Astaka ini bisa dikebut sehingga saat festival pacu jalur puncak dilaksanakan sudah bisa digunakan. Jangan sampai saat banyak tamu dari luar daerah datang, yang mereka lihat justru bangunan yang belum selesai," kata Muklisin di Kantor Bupati, kemarin.

Muklisin menilai keberadaan Astaka Utama akan menjadi ikon baru di kawasan Tepian Narosa sekaligus memperkuat citra Kuansing sebagai daerah tujuan wisata budaya yang memiliki agenda nasional.

Selain difungsikan sebagai pusat kegiatan selama festival pacu jalur, gedung tersebut juga diharapkan menjadi fasilitas pendukung berbagai kegiatan budaya dan pariwisata di masa mendatang.

Baca Juga: Bek Spanyol Aymeric Laporte Tidak Khawarir dengan “Taktik Agresif” Argentina

Untuk meningkatkan kemeriahan festival tahun ini, panitia berencana mengundang kabupaten/kota tetangga, baik dari Provinsi Riau maupun luar daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi peserta sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuantan Singingi. 

"Panitia akan mengundang kabupaten tetangga, baik di dalam Provinsi Riau maupun dari luar provinsi, sehingga festival pacu jalur tahun ini lebih semarak," ujarnya.

Terkait dengan itu, Dinas PUPR Kuansing kembali melanjutkan pembangunan Ataka MTQ itu sebagai balai penunjang pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan. 

Baca Juga: Libatkan UMKM, Pemkab Kampar Gelar Nobar Final Piala Dunia di Taman Kota Bangkinang

Bahkan terhitung Selasa (7/7/2026), rekanan pelaksana sudah bekerjamenyiapkan balok untuk lantai dua balai penunjang pacu jalur.

"Sekarang kami lanjutkan pekerjaan pembangunannya. Fungsinya sebagai sebagai penunjang pacu jalur di Teluk Kuantan,"ungkap Kepala Dinas PUPR Kuansing Ade Fahrer Arip melalui Plt Kabid Cipta Karya Eka Rifanop Indra ST.

Saat ini, pembangunan fisik di lapangan sudah mencapai 68 persen. Mereka menargetkan dalam kurun waktu hingga 31 Agustus 2026 esok, pembangunan fisik balai penunjang pacu jalur ini tuntas dikerjakan.

"Kami menargetkan, 31 Agustus 2026 esok tuntas,"ujarnya.

Pembangunan Astaqa Utama usai pelaksanaan MTQ difungsikan sebagai balai penunjang pacu jalur. Dimana di balai ini juga dilengkapi dengan MCK dan mushala. Sehingga membuat tamu VIP dalam iven pacu jalur lebih nyaman.(dac)

Editor : Edwar Yaman
Bangunan Astaka MTQ Festival Pacu Jalur Muklisin