TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH, Rabu (22/7/2026), mencopot dua orang personelnya. Pencopotan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personel Polri dilakukan dalam upacara di Lapangan Mapolres Kuantan Singingi.
PTDH dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kapolda Riau sebagai tindak lanjut atas pelanggaran yang dilakukan oleh anggota yang bersangkutan. Dua personel yang diberhentikan tidak dengan hormat masing-masing berinisial Aiptu IW dan Brigadir R.
Keduanya dijatuhi sanksi PTDH karena melanggar Kode Etik Profesi Polri dengan tidak melaksanakan tugas kedinasan atau tidak masuk dinas selama lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut tanpa alasan yang sah, sehingga diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik yang berlaku di lingkungan Polri.
Baca Juga: Hanya Satu Bulan, Pemprov Kembali Berlakukan Penghapusan Denda Pajak Kendaraan
Aaptu IW juga tersangkut kasus perselingkuhan dengan istri rekannya yang tengah menjalani hukuman. Sedangkan Brigadir R meninggalkan kedinasan dan memilih bertani sawit.
Prosesi upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, diawali dengan penghormatan pasukan, pembacaan Keputusan Kapolda Riau tentang PTDH, pemberian tanda silang pada foto personel yang di-PTDH oleh Inspektur Upacara.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana menegaskan, pelaksanaan PTDH bukanlah suatu kebanggaan bagi institusi, melainkan bentuk komitmen Polri dalam menegakkan disiplin, kode etik profesi, dan menjaga marwah organisasi.
Baca Juga: Di 2027, TPP Diusulkan 12 Bukan dan Gaji 14 Bulan
"Keputusan PTDH ini merupakan langkah tegas yang diambil sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap anggota Polri memiliki kewajiban menjaga integritas, disiplin, dan kepercayaan masyarakat. Siapa pun yang melakukan pelanggaran berat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan," tegas Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel Polres Kuansing agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran untuk selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi Polri.
"Jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa profesi Polri adalah amanah yang harus dijaga. Saya berharap seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata AKBP Hidayat Perdana.
Melalui pelaksanaan upacara PTDH ini, Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin dan Kode Etik Profesi Polri secara konsisten sebagai upaya mewujudkan institusi yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.
Editor : Rinaldi