TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir Dody Hanggodo MPE membawa kabar menggembirakan buat masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (4/8). Ia mengatakan akan mengkaji rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kuansing.
Tol ini dibangun sebagai upaya mendukung kelancaran akses transportasi jalur darat, mendukung akses ke Kuansing yang menjadi pusat kegiatan budaya nasional Festival Pacu Jalur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami juga mengkaji pembangunan jalan tol Pekanbaru–Kuantan Singingi. Akses yang lebih baik akan mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mendukung Pacu Jalur sebagai agenda budaya nasional yang memiliki daya tarik luar biasa,” ujarnya, kemarin.
Kehadiran Menteri PU Dody Hanggodo di Kuansing dalam rangka meninjau persiapan peresmian jaringan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya dan meninjau Sekolah Rakyat. Hadir juga Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Kepala BWS Wilayah III Sumatera, Kepala BPJN Pekanbaru, serta sejumlah petinggi Kementerian PU.
Kedatangan Menteri PU ini disambut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H Muklisin, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH, Pj Sekda Drs Muradi MSi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Deflides Gusni, Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing Hevi H Antoni MSi, Kabag Umum Deswan Antoni, dan Kabag Protokol Zainal Abidin SSTP MSi.
Saat meninjau jaringan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang Kecamatan Sentajo Raya itu, di hadapan masyarakat dan tamu undangan, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah pusat melihat potensi besar Kabupaten Kuantan Singingi, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata budaya yang setiap tahun menjadi magnet wisatawan melalui pacu jalur.
Baca Juga: Operasi Penertiban PETI Kuantan Merah Putih di Singingi, 33 Rakit Dibakar
Menurutnya, peningkatan konektivitas merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Infrastruktur jalan yang memadai akan membuka peluang investasi baru, meningkatkan arus wisatawan, serta memperkuat daya saing ekonomi masyarakat Kuansing.
Apalagi kata Dody Hanggodo, selama melakukan perjalanan dari Pekanbaru menuju Telukkuantan lewat jalur darat, dirinya melihat banyak truk Odol (Over Dimension Over Loading) yang melintasi jalan nasional Pekanbaru-Telukkuantan itu. “Saya melihat banyak kali truk Odol, over kapasitas yang lewat. Jalannya pun sempit. Karena itu kita akan kaji kemungkinan pembangunan jalan tol,” kata Dody.
Untuk bangunan Sekolah Rakyat yang dibangun melalui dana APBN, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan saat ini fisik bangunan sudah mencapai sekitar 90 persen. Rencananya, pada 14 Agustus 2026 ini akan diresmikan. Namun, ia belum bisa memastikan siapa yang akan meresmikan. “Nanti kita lihat dulu untuk peresmiannya,” katanya.
Baca Juga: Kejari Kuansing Bakal Lelang 23 Pentolan Emas PETI Hasil Rampasan Negara yang Inkrah
Di lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun dengan dana sekitar Rp239 miliar lebih dari dana APBN ini, Dody Hanggodo dan rombongan sempat melihat langsung beberapa ruangan. Seperti gedung utama SMA, SMP dan beberapa ruangan yang tampak sedang finishing dan yang masih percepatan pengerjaan.
Plt Bupati Kuansing Muklisin menyambut baik komitmen Menteri PU tersebut. Ia menilai rencana kajian pembangunan jalan tol menjadi harapan besar bagi masyarakat Kuansing yang selama ini menginginkan akses transportasi lebih cepat dan efisien menuju ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri PU. Jika rencana ini dapat terwujud, tentu akan menjadi lompatan besar bagi pembangunan Kuantan Singingi. Selain mendukung pacu jalur, jalan tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Ruko Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp1 M
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi siap mendukung setiap tahapan kajian yang dilakukan pemerintah pusat agar rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan nasional.
Muklisin juga menyerahkan proposal usulan perbaikan pembangunan seluruh jalan kabupaten, provinsi dan nasional ke Menteri PU. “Kalau ini disetujui, maka tuntas PR (pekerjaan rumah) perbaikan infrastruktur jalan di Kuansing,” ujarnya.
Terkait pembangunan jaringan irigasi, sangat penting untuk mendukung ketersediaan air bagi persawahan petani di Kuansing. Sehingga dengan ketersediaan air yang cukup, akan membantu peningkatan produktifitas hasil tanaman padi para petani di Kuansing. Ke depan, di harapkan Kuansing bisa swasembada beras.
Baca Juga: Polsek Kuantan Hilir Amankan Pelaku Pembacokan, Diduga Gara-gara Dituduh Mencuri
Untuk Sekolah Rakyat, persentase sudah mencapai sekitar 90 persen. Semula Sekolah Rakyat akan diresmikan pada 31 Juli 2026 lalu. Namun ditunda dan akan dijadwalkan untuk diresmikan pada 14 Agustus 2026. “Soal siapa yang meresmikan, kami masih menunggu,” ujarnya.
Pemkab, kata Muklisin menargetkan di tahun 2027 mendatang, Sekolah Rakyat sudah berjalan 100 persen dan melakukan proses belajar mengajar untuk anak didik yang sudah diseleksi. Ada sebanyak 420 murid di tahun ajaran baru nanti. Tidak hanya dari Kuansing tetapi ada berasal dari Rokan Hilir, Pemprov dan Sentra Bisika.
Untuk Kabupaten Kuansing, ada 270 orang murid. Masing-masing SD 90 orang tiga ruang belajar, SMP 90 orang dan tiga ruang belajar. Lalu SMA sebanyak 90 orang dan tiga ruang belajar. “In sya Allah kami akan terus berjuang untuk Kabupaten Kuansing ini,” ujarnya.(dac)
Editor : Arif Oktafian