TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi sepekan ini, ramai mandi-mandi di Sungai. Tepatnya di lokasi tempat pemandian Balimau Kasai Kelurahan Muara Lembu.
Anak-anak, tua muda, penuh suka cita menyambut perubahan air sungai Singingi yang dulunya keruh berwarna cokelat. Kini sudah mulai berubah jernih.
Perubahan air sungai Singingi ini dikarenakan dampak operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dilakukan aparat keamanan sejak akhir Juli lalu. Aktivitas PETI pun berhenti, tidak ada lagi yang menambang di bantaran sungai Singingi hingga hari ini.
Baca Juga: Marcus Rashford Akan Bergabung Kembali dengan Manchester United untuk Kamp Pramusim
"Alhamdulillah. Sungai Singingi kini sudah mulai jernih dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat Singingi untuk mandi. Hampir setiap sore, masyarakat ramai mandi di lokasi Mandi Balimau Kasai Kelurahan Muara Lembu," ungkap Camat Singingi, Saparman ST ME menjawab Riaupos.co, Ahad (9/8/2026).
Saparman mengatakan, sejak berhentinya aktivitas PETI di sepanjang Sungai Singingi yang ditertibkan aparat keamanan, sungai Singingi kini telah banyak berubah. Karena itu, atas nama pemerintah Kecamatan Singingi, Ia menyampaikan terimakasih tak terhingga pada semua pihak yang telah menjaga sungai Singingi dan menertibkan aktivitas PETI.
Baik personel Polri, TNI, tokoh masyarakat, ninik mamak dan lainnya. Hasil ini, adalah sebuah kebersamaan. Dia pun berharap, air sungai Singingi tetap seterusnya terjaga sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas.
Baca Juga: HUT Riau, Tandai Dengan Upacara, Pj Sekda Sebut Keberagaman Kekuatan Besar untuk Membangun Daerah
Kondisi Sungai Singingi berbeda jauh dengan sungai Kuantan. Hingga hari ini, Sungai Kuantan masih keruh dan berwarna cokelat. Padahal, aparat gabungan keamanan juga sudah melakukan penertiban PETI hingga ke wilayah perbatasan Sumbar di Kecamatan Hulu Kuantan.
Sementara event pacu jalur nasional 19-23 Agustus 2026, tinggal 10 hari ke depan. Kunci perubahan air Sungai Kuantan juga sangat bergantung dengan penghentian aktivitas PETI di hulu Sungai Kuantan tepatnya di daerah Sumbar.
Makanya, menyikapi itu Plt Bupati Kuansing H Muklisin tertanggal 7 Agustus 2026 kemarin menyurati Bupati dan Kapolres Kabupaten Sijunjung, bahkan Dhamasraya, Sumbar.
Baca Juga: Selama Event Pacut Jalur, Dishub Kuansing Kejar PAD dari Parkir Kendaraan
Di poin surat tertulis itu, Plt Bupati H Muklisin meminta bantuan pada Bupati dan Kapolres Kabupaten Dhamasraya, Bupati dan Kapolres Kabupaten Sijunjung untuk menindak tegas semua aktivitas PETI yang berada di sungai yang bermuara ke Sungai Kuantan Kabupaten Kuansing.
Bila dilihat alur sungai, aliran beberapa sungai di Kabupaten Sijunjung yang ada aktivitas PETI akan langsung mengalir ke Sungai Kuantan. Rencana bersurat ke Bupati dan Kapolres di beberapa Kabupaten tetangga Kuansing itu sudah disampaikannya pada Riaupos.co pekan kemarin.
Di mana Plt Bupati Kuansing H Muklisin mengatakan, penertiban PETI di aliran sungai di Kabupaten Sijunjung sangat penting dalam menunjang festival Pacu Jalur Even Nasional di Tepian Narosa Telukkuantan, 19-23 Agustus 2026.
Di mana operasi PETI yang dilakukan tim gabungan aparat keamanan di Kuansing tidak akan maksimal kalau hulu sungai Kuantan, tidak ikut di tertibkan.
"Tak akan maksimal, kalau aktivitas PETI yang ada di hulu sungai Kuantan seperti Sijunjung tidak di tertibkan. Karena itu, kami akan meminta bantuan pada Pak Bupati dan Kapolres di wilayah itu," ujarnya.(dac)
Editor : Edwar Yaman