Gebrak Promosi Pacu Jalur ke Level Dunia, Siapkan Reporter Multibahasa

Desriandi Candra • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Plt Bupati Kuansing H Muklisin didampingi Pj Sekda Drs Muradi MSi saat membahas persiapan pelaksanaan festival pacu jalur tradisional 2026 di gedung Narosa Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026). (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Plt Bupati Kuansing H Muklisin didampingi Pj Sekda Drs Muradi MSi saat membahas persiapan pelaksanaan festival pacu jalur tradisional 2026 di gedung Narosa Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026). (Desriandi Candra/Riaupos.co)

 

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tak ingin hanya menjadi tontonan masyarakat lokal. Tahun 2026, budaya kebanggaan Kuansing itu didorong untuk menembus panggung dunia.

Plt Bupati Kuansing H Muklisin meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing mengemas Festival Pacu Jalur 2026 secara lebih kreatif, masif dan “viral”, dengan memanfaatkan potensi anak-anak daerah yang memiliki kemampuan bahasa asing.

Ini disampaikan Muklisin saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) 2026 di Gedung Narosa, Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026). 

Baca Juga: Kadis PUPR Siak Ardi Irfandi Kawal Proses Penimbunan dengan Base Jalan Sungai Rawa Sepanjang 6,4 Km 

Muklisin menyebutkan, anak-anak Kuansing yang menguasai bahasa Inggris, Arab hingga Mandarin perlu diberi ruang untuk tampil sebagai reporter jalur, sehingga setiap cerita, filosofi dan kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan langsung kepada masyarakat internasional. 

Menurutnya, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung jalur. Di dalamnya terdapat sejarah, budaya, filosofi, kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat Kuansing yang memiliki nilai jual kuat untuk pariwisata.

Karena itu, promosi tidak boleh berhenti pada pemberitaan lokal. Pacu Jalur harus dikemas dengan bahasa dan perspektif yang dapat dipahami masyarakat dunia.

Baca Juga: Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Jamin Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari PETI

“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” ujarnya.

Muklisin juga meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat untuk memperkuat kolaborasi agar pelaksanaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 berjalan maksimal

Muklisin mengungkapkan hingga hari ini sebanyak 175 jalur telah mendaftarkan untuk ambil bagian dalam Festival Pacu Jalur 2026.

Baca Juga: Agrinas Sebut Aksi Penyerangan Warga di Area Perkebunan Merupakan Konflik Internal Koperasi

Sementara Pj Sekda Kuansing Drs Muradi MSi menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan festival akan diawali dengan pawai. Setelah itu, perlombaan akan dilaksanakan dengan 25 kali hilir. 

Sementara sampai hari ini, telah mendaftar 17 jalur berasal dari berbagai kecamatan di Kuansing. Bahkan sejumlah jalur dari luar daerah turut ambil bagian.

Cerenti delapan jalur, Inuman delapan, Kuantan Hilir enam jalur, Kuantan Hilir Seberang 11, Logas Tanah Darat dua jalur, Pangean 11 jalur, Benai 17 jalur, Sentajo Raya delapan jalur, Kuantan Tengah 29 jalur, Gunung Toar 16 jalur, Kuantan Mudik 22 jalur, Hulu Kuantan delapan jalur, Singingi Hilir satu jalur, Indragiri Hulu (Inhu) 26 jalur, Sumatera Barat satu jalur dan Jambi satu jalur. (dac)

Editor : M. Erizal
festival pacu jalur tradisional kuansing pacu jalur kuansing