Pasangan Muda Terseret Arus Sungai Kuantan, Suami Tenggelam dan Belum Ditemukan

Desriandi Candra • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:18 WIB
Tim BPBD Kuansing melakukan pencarian korban tenggelam Kamis (20/8/2026) malam di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Foto BPBD Kuansing
Tim BPBD Kuansing melakukan pencarian korban tenggelam Kamis (20/8/2026) malam di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Foto BPBD Kuansing

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Di tengah hiruk pikuk jalannya pacu jalur hari kedua dan puluhan ribu orang yang memadati arena pacu jalur Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kamis (20/8/2026) siang hingga petang, ada peristiwa yang memilukan. 

Sepasang suami istri muda yang tadinya ikut menyaksikan pacu jalur dari kejauhan sambil mandi-mandi di Sungai Kuantan di bagian hilir arena pacu jalur, tak menyangka musibah akan menimpa mereka. 

Di saat mandi-mandi itu, tepatnya di Desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah, sepasang suami istri muda itu, hanyut terseret arus Sungai Kuantan yang deras di lokasi itu. 

Baca Juga: Terbukti Bersalah, Briptu JS dkk Dimutasi, Demosi 3 Tahun dan Patsus 30 Hari

Lokasi itu, arusnya memang cukup deras karena sebagian pendangkalan akibat aktivitas PETI dan beberapa titik dalam, bekas sedotan PETI. 

Warga yang melihat itu, mencoba menolong suami istri yang hanyut terseret arus Sungai Kuantan. Sang istri berhasil di selamatkan warga. Sedangkan, sang suami tidak bisa diselamatkan karena arus yang deras. 

"Warga mencoba menolong keduanya. Tapi hanya sang istri yang berhasil diselamatkan. Sedangkan sang suami yang sempat di pegang tangannya terlepas, hanyut dan lalu tenggelam," ujar Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, Jumat (21/8/2026) pagi. 

Baca Juga: Penuhi Ketersediaan Darah di PMI, IKPTB dan MUI Gelar Donor Darah

Yulizar mengatakan, sang suami diketahui bernama Adam Firmansyah (17) asal Kecamatan Peranap yang berdomisili di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah.

Di saat kejadian itu, kata Yulizar, menurut warga, Adam juga berupaya berenang. Namun dengan celana jeans dan baju yang terpasang membuat beban menjadi berat dan tak mampu ditolong. 

Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. BPBD Kabupaten Kuansing yang mendapat informasi itu dan sedang berada di Tepian Narosa langsung meluncur ke titik tenggelam korban.

Baca Juga: Ada Layanan Pos Kesehatan Gratis Pada Festival Pacu Jalur Kuansing

Bersama personel Damkar, TNI, Polri, Basarnas Pekanbaru, perangkat desa dan masyarakat melakukan pencarian. Menggunakan satu perahu karet, satu mesin tempel 40 PK, satu life jaket dan satu ring boy. Tetapi hingga pukul 23.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. "Pagi ini pencarian akan kita lanjutkan," ujar Yulizar. 

Editor : Rinaldi
suami istri tenggelam sungai kuantan belum ditemukan