TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pasca Even Pacu Jalur Tradisional tahun 2026 usai, Senin (24/8/2026) pagi yang terlihat tumpukan sampah di mana-mana. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing mengerahkan seluruh personel petugas kebersihan serta armada pengangkutan sampah yang ada.
Di samping itu, untuk membantu armada petugas kebersihan DLH Kuansing, Pemkab juga mengerahkan seluruh pegawai dari dinas dan badan di lingkungan Pemkab Kuansing.
Mereka dikerahkan di seputaran Jalan Limuno, Lapangan Limuno, Jalan Jendral Sudirman, Imam Bonjol, kawasan eks Astaka MTQ atau panggung utama Pacu Jalur, Taman Jalur dan Tepian Narosa Teluk Kuantan. Dari Desa Koto Taluk sampai ke Desa Sawah Teluk Kuantan.
Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia, Michyko Juara 1 Elite ITT Tour de Bintan 2026
Seluruh pegawai dan petugas kebersihan itu sudah bergerak sejak pukul 07.30 WIB. Dari pantauan Riaupos.co, petugas kebersihan DLH maupun para pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing yang membawa sapu lidi, pengeruk sampah maupun kantong plastik tempat sampah, tampak tidak bisa maksimal.
Karena, lapak pedagang musiman masih berdiri di lokasi. Sehingga gang-gang di lokasi lapak pedagang musiman itu tidak bisa dibersihkan maksimal.
"Hari ini kita gotong royong massal. Namun memang belum maksimal, karena lapak pedagang masih berdiri di lokasi," ungkap Asisten III Setda Kuansing Drs Azhar MM yang ikut bergotong royong.
Baca Juga: Bupati Siak Bermalam di Tenda, Bentuk Karakter Anggota Pramuka
Meski belum bisa maksimal, kata Azhar, setidaknya di hari pertama pasca pacu jalur bisa mengurangi tumpukan sampah yang ada. Gotong royong massal rencananya akan kembali dilakukan usai lapak pedagang di bongkar.
Editor : Rinaldi