TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Festival Pacu Jalur Karisma Even Nusantara (KEN) 2026 resmi di tutup di halaman Astaka Taman Jalur, Teluk Kuantan, Ahad (23/8/2026) malam. Namun, kemeriahan malam penutupan tak hanya menjadi panggung bagi para juara pacu jalur.
Di balik gagahnya sebuah jalur yang berpacu, cepatnya anak pacuan mendayung di Sungai Kuantan, ada tiga sosok yang ikut menghidupkan karakter setiap jalur. Mereka adalah Si Tukang Tari, Timbo Ruang dan Tukang Onjai.
Karena itu, pada malam penutupan, penghargaan juga diberikan oleh panitia pada tiga sosok yang memiliki peran penting dalam atraksi budaya pacu jalur.
Baca Juga: Di Bawah Terik Matahari, Sudah 22 hari Tim Manggala Agni Padamkan Karhutla di Inhu
Dari keputusan panitia pacu jalur tradisional tahun 2026 yang dibacakan oleh Sekretaris Panitia Pacu Jalur 2026, Herika Putra, tiga penerima penghargaan tersebut yakni Si Tukang Tari terbaik diraih Jalur Sari Jadi Gementar Alam Desa Pulau Berhalo Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.
Kemudian, Tukang Timbo Ruang terbaik diraih Jalur Rajo Bujang Desa Padang Tangguang Kecamatan Pangean. Dan Tukang Onjai terbaik diraih Jalur Power Agung, Desa Koto Gunung Kecamatan Gunung Toar.
"Tahun ini kita kembali menilai siapa Si Tukang Tari, Timbo Ruang dan Tukang Onjai terbaik. Dan mereka yang kita umumkan adalah yang terbaik dari hasil penilaian dewan juri," ujar Ketua Umum Panitia Pacu Jalur Tradisional 2026, Andi Cahyadi, Senin (24/8/2026) di Teluk Kuantan.
Baca Juga: Pacu Jalur Usai, Sampah Menumpuk, Pemkab Goro Massal
Andi Cahyadi mengatakan, kalau penilaian Si Tukang Tari, Timbo Ruang dan Tukang Onjai terbaik, memang setiap tahun digelar. Ini bagian mempertahankan nilai-nilai tradisi yang ada.
Dimana tiga sosok ini, dari zaman dulu selalu ada dalam tradisi pacu jalur. Makanya, panitia pelaksana menegaskan dalam tata tertib pacu jalur, jalur yang tidak ada tiga komponen ini, Si Tukang Tari, Timbo Ruang, Tukang Onjai akan di diskualifikasi. "Dan alhamdulillah, 204 jalur yang ikut berpacu pada tahun ini, semunya memiliki kelengkapan itu," papar Andi Cahyadi.
Editor : Rinaldi