TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara di Kabupaten Kuansing sudah tiga hari berstatus tidak sehat, akibat kiriman asap kebakaran hutan dan lahan kabupaten tetangga.
Kabut asap pada Selasa (25/8/2026) pagi di wilayah Teluk Kuantan, pukul 09.00 Wib semakin terlihat jelas. Bahkan terlihat sedikit lebih tebal dari dua hari sebelumnya.
Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing, kualitas udara di Kabupaten Kuansing masih berstatus tidak sehat.
Baca Juga: Jerubu Kian Menyerbu, Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
"Sampai hari ini, kualitas udara di wilayah Kuansing masih berstatus tidak sehat," ungkap Plt Kadis DLH Kuansing, Dody Fitrawan.
Di Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah, angka kualitas udara 162-167 dengan status tidak sehat. Kemudian Muara Lembu Kecamatan Singingi 152-154, dengan status tidak sehat.
Petai Kecamatan Singingi Hilir 151-153 tingal sehat. Gunung Toar 158-164 tidak sehat. Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik 158-164 tidak sehat.
Baca Juga: Presiden: Tindak Tegas Korporasi Terlibat Karhutla
Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat 169-171 tidak sehat. Pangean 168-170 tidak sehat. Dan Cerenti di angka 176 -179 tidak sehat.
Ketebalan kabut asap terjadi pada pagi dan malam hari. Dinas DLH Kuansing kini tengah menyusun rekomendasi untuk pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan.
Melihat kondisi kualitas udara di Kabupaten Kuansing yang masih tidak sehat dalam tiga hari ini, Dinas Kesehatan Kuansing mengeluarkan surat edaran. Menghimbau pada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila keluar rumah.
Baca Juga: 447 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Kabupaten Pelalawan, Kualitas Udara Berbahaya
Untuk kelompok risiko tinggi seperti ibu hamil, bayi, balita, penderita penyakit tertentu tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang dapat memperburuk kesehatan.
Tetap menjaga kesehatan tubuh dengan beristirahat yang cukup, memakan makanan yang bergizi dan memperbanyak minut air putih. Tidak melakukan aktivitas yang memperbanyak jumlah asap seperti membakar sampah dan lainnya. Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat.
"Jika terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan segera ke puskesmas atau rumah sakit," kata Aswandi.
Baca Juga: Udara Pekanbaru Berbahaya, Aktivitas di Luar Ruangan Tidak Diperbolehkan
Surat edaran ini sudah disampaikannya ada seluruh Puskesmas di Kuansing. Bahkan ia meminta pada semua puskesmas yang ada untuk melakukan pemantauan ke sekolah di wilayahnya dan melaporkan kejadian setiap penyakit akibat asap. "Karena yang paling rawan itu ISPA," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal