Dua Anak Pacu Alam Cahayo Tuah Nagoghi Jalan Kaki 90 Kilometer

Desriandi Candra • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:00 WIB
TUNAIKAN NAZAR: Anak Pacu Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Desa Sikakak Cerenti, Pebri dan Ari, menunaikan nazar jalan kaki dari Telukkuantan ke Cerenti, Selasa (25/8/2026) pagi.
TUNAIKAN NAZAR: Anak Pacu Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Desa Sikakak Cerenti, Pebri dan Ari, menunaikan nazar jalan kaki dari Telukkuantan ke Cerenti, Selasa (25/8/2026) pagi.

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Keberhasil Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Desa Sikakak Cerenti mengalahkan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan dari Desa Tanjung Hulu Kuantan dalam Pacu Jalur Tradisional tahun 2026 di Tepian Narosa Telukkuantan, disambut syukur oleh masyarakat Cerenti dan anak pacuan, Ahad (23/8). 

Bagi mereka, mengalahkan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan sangat sulit. Mengingat anak pacuannya mayoritas atlet dayung yang di datangkan khusus. 

Sebagai bentuk rasa syukur dan haru atas kemenangan itu, dua anak pacu Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi, Pebri (38) dan Ari (29), Selasa (25/8) pagi langsung menunaikan nazarnya.

Baca Juga: Dua Hari, 102 Orang Terkena ISPA akibat Asap, Puskesmas dan Seluruh Tenaga Kesehatan Siaga

Mereka berjalan kaki pulang dari Telukkuantan ke kampung mereka Desa Sikakak Cerenti. Jarak yang mereka tempuh tak kurang dari 90 kilometer. 

Nazar berjalan kaki yang dilakukan kedua anak pacu Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi itu, di iringi oleh tiga anak pacu Alam Cahayo Tuah Nagoghi dengan sepeda motor. Mereka membawa air minum dan makanan untuk keduanya saat istirahat. 

“Ini memang nazar Pebri dan Ari. Sebelum laga final melawan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan, keduanya bernazar jika menang akan berjalan kaki pulang dari Taluk ke Cerenti,” ujar Apriadi.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-25, Demokrat Kuansing Bersihkan Arena Pacu Jalur dari Sampah

Apriadi yang juga anak pacu Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi ini menyebutkan, nazar berjalan kaki Pebri dan Ari di mulai star dari jembatan gantung Tepian Narosa di Desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah. 

Kemudian menuju Desa Seberang Taluk, Desa Seberang Taluk Hilir, Kopah, Benai, Pangean, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti.

“Keduanya mengambil rute lewat Seberang Sungai Kuantan. Sebab Desa Sikakak berada di seberang Sungai Kuantan, Kecamatan Cerenti,” ujarnya. 

Baca Juga: Telukkuantan Masih Belum Pulih, Petugas Kebersihan Masih Berjibaku Bersihkan Sampah

Apriadi menyebutkan, hingga pukul 15.30 WIB, kedua anak pacuan baru sampai di Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean. Ditanya perkiraan kapan sampai di Desa Sikakak Cerenti, Apriadi belum bisa memperkirakan. Soal tergantung kedua rekannya.

“Kalau banyak istirahat, tentu akan lambat sampai. Mungkin bisa petang atau malam. Mudah-mudahan mereka tuntas melaksanakan nazarnya,” ujar Apriadi.

Baca Juga: Polres Kuansing Bagikan Masker, Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap

Camat Cerenti Erialis SSos sangat mengapresiasi semangat dan kegigihan dua anak pacuan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Desa Sikakak itu. Sebagai bentuk syukur atas kemenangan yang di raih jalur nya. “Mudah-mudahan keduanya bisa tuntas menunaikan nazarnya hari ini,” ujar Erialis.(dac)

Editor : Arif Oktafian
Pacu Jalur 2026 Alam Cahayo Tuah Nagoghi Cerenti anak pacu