TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap yang semakin tebal dan kualitas udara yang tidak sehat, langsung disikapi Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing).
Pemkab Kuansing memutuskan, terhitung Kamis (27/8/2026), seluruh sekolah mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA sederajat, baik negeri maupun swasta, diliburkan. Sekolah dianjurkan untuk melakukan daring dalam proses belajar mengajar.
"Dari hasil rapat bersama dengan BPBD, Satpol PP-PKP, DLH, Pertanian, Perkebunan, Dinas Kesehatan, Disdikpora, PUPR, Dinas Perkim dan melihat kualitas udara tidak sehat, maka diputuskan mulai Kamis besok sekolah diliburkan dan dianjurkan belajar jarak jauh (daring)," ungkap Pj Sekda Kuansing, Drs Muradi MSi, Rabu (26/8/2026) siang.
Baca Juga: ISPU Kampar 164, Udara Masuk Kategori Tidak Sehat akibat Asap Karhutla
Muradi mengatakan, bahwa dari laporan Kalaksa BPBD Kuansing dalam rapat bersama tadi menyebutkan, kabut asap yang menyelimuti Kuansing sekarang, adalah kabut asap kiriman dari kabupaten tetangga.
Dari data BPBD, di Kabupaten Pelalawan saat ini ada sekitar 1.717 hektare lahan terbakar, di sekitar daerah Kerumutan. Kabupaten Inhu 527 hektare, Kampar 127,12 hektare.
Untuk Kabupaten Kuansing sendiri, dari Januari sampai 24 Agustus 2026, ada 16,78 hektare lahan terbakar. Angka kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kuansing ini, jumlahnya paling kecil bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Riau.
Baca Juga: Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.945 per Kg
Selain itu, kabut asap yang menyelimuti Kuansing dipengaruhi oleh arah angin. Dimana musim arah angin saat ini timur ke barat. Apalagi di tiga kabupaten itu, lahan yang terbakar adalah lahan gambut sehingga sulit dilakukan pemadaman.
Selain itu, dari laporan Dinas Kesehatan hingga saat ini belum ada pasien ISPA yang dirawat di 25 puskesmas di Kuansing. "Hanya baru gejala ISPA yang masih rawat jalan," kata Muradi.
Namun ia meminta pada Dinas Kesehatan mengaktifkan seluruh puskesmas, tenaga kesehatan hingga ke desa. Pemkab juga meminta agar masyarakat peduli api (MPA) yang ada di kecamatan dan desa untuk aktif, membantu sosialisasi pada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dengan menggunakan api.
Baca Juga: Kafe Dua Lantai di Jalan Kartama Ludes Terbakar
Untuk langkah selanjutnya, kata Muradi, Pemkab akan melakukan rapat koordinasi dengan Forkompinda Kuansing untuk menentukan status Kuansing secara keseluruhan. "Apakah status bencana atau seperti apa," papar Muradi.
Editor : Rinaldi