TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Di Kabupaten Kuansing, Jumat (28/8/2026) tercatat 18 titik hotspot. Dari hasil pengecekan BPBD Kabupaten Kuansing, satu titik api berada di Sungai Paku Kecamatan Singingi Hilir.
Dari 18 hotspot itu, satu ternyata titik api yang berasal dari empat hektare lahan yang terbakar di wilayah kawasan Suaka Marga Satwa Rimbang Baling di Desa Sungai Paku Kecamatan Singingi Hilir.
Sedangkan 17 titik lainnya hanya titik hotspot atau titik panas yang disebabkan aktivitas pabrik kelapa sawit (PKS) yang terdeteksi akibat terlalu panas.
Baca Juga: Pemkab Inhu Masih Terapkan Pembelajaran Secara Daring, Kabut Asap Mulai Berkurang
"Jadi dari 18 hotspot yang terpantau, satu titik api dan 17 titik hanya titik panas dari aktivitas PKS di wilayah Singingi Hilir," ungkap Kalaksa BPBD Kuansing lewat Kabid Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi yang dihubungi Riaupos.co.
Menurut Koko Mahyudi, dari laporan Camat Singingi Hilir Jumat pagi, lokasi kebakaran jauh di bagian dalam hutan, tidak ada akses mobil yang bisa dilalui.
Tim masyarakat peduli api (MPA) dibantu Polri-TNI dan masyarakat setempat, harus menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki membawa mesin mini pemadaman api.
Baca Juga: Bertambah Jadi 207 Hotspot, Provinsi Riau Kian Membara, Pelalawan Masih Jadi yang Terbanyak
Dari informasi, api sudah jauh mengecil dan sebagian mulai padam. Untuk penyebab terjadinya kebakaran, Koko Mahyudi menyebutkan masih dalam penyelidikan. Kawasan hutan Suaka Marga Satwa Rimbang Baling masuk dalam wilayah Kabupaten Kuansing dan Kampar. Sehingga sejauh ini belum bisa dipastikan apakah pelaku masuk lewat Desa Sungai Paku atau dari arah Lipat Kain Kampar.
Editor : Rinaldi