Kemarau dan Asap Ancam Produksi GKP Kuansing 2026, Petugas Lakukan Penyiraman Sawah

Desriandi Candra • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:16 WIB
Penyiraman areal perseahan Desa Pulau Aro Kecanatan Kecamatan Kuantan Tengah 21 Agustus 2026 kemaren. Foto DTHKP Kuansing
Penyiraman areal perseahan Desa Pulau Aro Kecanatan Kecamatan Kuantan Tengah 21 Agustus 2026 kemaren. Foto DTHKP Kuansing

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) -- Musim kemarau yang tengah terjadi ditambah asap, juga berdampak pada tanaman. Termasuk tanaman padi sawah di wilayah Kabupaten Kuansing. 

Kondisi lahan persawahan yang mengalami kekeringan akan menghambat pertumbuhan tanaman padi sawah. Akibatnya, bisa mengancam menurunkan produksi Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026. Dimana target GKP Kuansing pertahun 38.000 ton. 

"Kondisi kemarau sekarang berdampak pada kekeringan, dan ini tentu saja akan mengganggu pertumbuhan tanaman," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Ketahanan Pangan (DTPKHP) Kuansing, Deflides Gusni, Jumat (28/8/2026). 

Baca Juga: Coffee Morning Bupati Siak dengan BUMN dan BUMD, BRI Perawang Dukung Ekonomi Daerah

Namun tidak serta merta produksi GKP Kuansing anjlok. Dimana sebagian besar padi sawah petani Kuansing sudah panen. 

Untuk mengurangi kekeringan areal persawahan, sejak 20 Agustus 2026 lalu, beberapa lokasi areal padi sawah masyarakat yang mengalami kekeringan, juga sudah ada upaya mendatangkan air menggunakan mobil oleh Kementerian PU. 

Misalnya saja penyiraman padi sawah di Desa Pulau Aro dan Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah. "Di dua lokasi ini, dilakukan penyiraman beberapa kali," ujarnya. Dengan dilakukannya upaya itu, Deflides berharap produksi GKP tahun ini tidak anjlok. 

Editor : Rinaldi
Produksi GKP Kuansing penyiraman sawah kemarau panjang