Belum Lama Air Sungai Singingi Jernih, Kini Keruh Lagi Akibat PETI yang Beraksi

Desriandi Candra • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:31 WIB
Personel Polsek Singingi melakukan razia PETI di Desa Kebun Lado Kecamatan Singingi, Jumat (28/8/2026). (Polsek Singingi)
Personel Polsek Singingi melakukan razia PETI di Desa Kebun Lado Kecamatan Singingi, Jumat (28/8/2026). (Polsek Singingi)

 

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Masyarakat Singingi tak bisa menikmati air Sungai Singingi terlalu lama. Sebab, beberapa hari ini sudah kembali keruh.

Masyarakat yang tadinya sudah mulai bisa mandi-mandi di tengah musim kemarau yang melanda, sekarang tidak bisa lagi menikmatinya. Air sungai Singingi keruh akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang mulai beraksi di wilayah Kecamatan Singingi.

"Air sungai Singingi sudah keruh lagi. PETI sudah mulai beraksi," ujar salah seorang tokoh masyarakat Singingi H Firdaus Bahar, Sabtu (29/8/2026) siang.

 Baca Juga: Sepekan, Dua Pengedar Narkotika Diamankan Polres Inhu, Mulai dari Residivis hingga Petani

Ia pun meminta agar aparat kembali mengintensifkan razia. Sebab, sungai memiliki arti bagi masyarakat, apalagi di musim kemarau sekarang.

Polsek Singingi pun kembali melakukan penertiban aktivitas PETI. Jumat (28/8/2026) siang kemarin, personel Polsek Singingi melakukan penertiban PETI di Desa Kebun Lado.

Penertiban tersebut dilakukan setelah personel Polsek Singingi menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di kawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, personel kemudian melakukan pengecekan dan penyelidikan ke lokasi.

 Baca Juga: 10 Besar Tim Tampilkan Inovasi Terbaik dalam AHM Best Student 2026 Regional Riau 

Menurut Kapolsek Singingi AKP Azhari SH, penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah dampak negatif dari aktivitas PETI.

"Setelah menerima informasi, personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana ditemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Untuk mencegah agar tidak kembali digunakan, kedua rakit tersebut dilakukan penertiban," ujar AKP Azhari.

Dalam kegiatan penertiban itu, sebut Azhari, dua unit rakit PETI ditertibkan dengan cara dirusak dan dibakar. Tidak ditemukan pelaku maupun barang bukti yang dapat diamankan karena saat petugas tiba di lokasi, aktivitas PETI dalam kondisi tidak beroperasi.

 Baca Juga: Ada Potensi Hujan, OMC Kembali Dilaksanakan di Riau 

Meski hanya menemukan dua rakit yang tidak beroperasi, mereka akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI serta menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin. Apabila mengetahui adanya aktivitas PETI, silakan segera informasikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti," ungkapnya.(dac)

 

Editor : Edwar Yaman
sungai singingi polsek singingi peti