TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Kuansing terus terjadi peningkatan. Meski tidak ada pasien yang harus dilakukan rawat inap oleh puskesmas maupun rumah sakit saat ini.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuansing, hingga Sabtu (29/8/2026) pukul 16.00 WIB, kasus ISPA di Kuansing tercatat 552 kasus. Data ini adalah data laporan dari semua puskesmas di wilayah Kabupaten Kuansing.
"Jadi dari data penanganan kasus yang dilakukan seluruh puskesmas, tercatat sampai sore ini 552 kasus ISPA," ujar Kadis Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Helma Muliani di Telukkuantan.
Baca Juga: Suzuki Gelar Seremoni Penyerahan Kunci untuk 10 Pembeli Perdana XL7 Terbaru
Helma Muliani menjelaskan, angka itu dihitung sejak tanggal 19 Agustus 2026. Di tanggal 19 Agustus 2026 tercatat sebanyak dua kasus, tanggal 20 Agustus 2026 sebanyak dua kasus, tanggal 21 Agustus 2026 sebanyak tiga kasus, tanggal 22 Agustus 2026 sebanyak dua kasus, tanggal 23 Agustus 2026 nihil.
Kemudian tanggal 24 Aguatus 2026 naik menjadi 76 kasus. Tanggal 25 Agustus 2026 sebanyak 50 kasus. Tanggal 26 Agustus 2026 sebanyak 108 kasus, tanggal 27 Agustus 2026 sebanyak 115 kasus, tanggal 28 Aguatus 2026 sebanyak 125 kasus dan tanggal 29 Agustus 2026 sampai pukul 16.00 Wib sebanyak 69 kasus.
Dari total 552 kasus itu, ISPA paling tinggi menyerang orang dewasa. Ini disebabkan orang dewasa saat ini lebih banyak beraktivitas di luar rumah atau ruangan. Sedangkan anak-anak sudah libur sekolah.
Baca Juga: Belum Lama Air Sungai Singingi Jernih, Kini Keruh Lagi Akibat PETI yang Beraksi
Meski tidak ada warga yang dirawat inap pada hari ini, seluruh puskesmas di Kuansing melakukan aksi bahi-bagi masker pada warga yang berkendara.
Helma Muliani kembali mengingatkan agar masyarakat bisa mengurangi aktivitas di luar rumah terutama ibu hamil, bayi, balita, anak, Lansia dan yang beresiko tinggi. Menggunakan masker saat di luar rumah, banyak meminum air putih, dan makan makanan bergizi.(dac)
Editor : Edwar Yaman