TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kemarau panjang yang kini terjadi, juga berdampak pada kondisi areal persawahan padi masyarakat di Kabupaten Kuansing.
Dari data Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Ketahanan Pangan (TPHKP) Kabupaten Kuansing, ada 258 hektar lahan persawahan padi masyarakat di enam kecamatan yang mengalami kekeringan. Yakni di Kecamatan Kuantan Tengah, Cerenti, Kuantan Mudik, Kuantan Hilir, Benai dan Inuman.
Menurut Kepala Dinas TPHKP Kuansing, Deflides Gusni, Kecamatan Kuantan Tengah seluas 49 hektar. Ini tersebar di Desa Pulau Kedundung enam hektare, Pulau Aro enam hektare, Pulau Godang lima hektare, Pulau Banjar dua hektare, Bandar Alai 30 hektare.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 15 Km, Jepang Pantau Potensi Dampak Tsunami
Di Kecamatan Cerenti 105 hektare. Tersebar di Desa Tanjung Medan 65 hektare dan Desa Sikakak 40 hektare. Kecamatan Kuantan Mudik 73 hektare. Desa Sangau tiga hektare, Banjar Guntung 30 hektare, Luai lima hektare, Seberang Pantai delapan hektare, Sungai Manau 10 hektare, Rantau Sialang lima hektare, Bukit Pedusunan lima hektare, Banjar Padang satu hektarr dan Desa Pulau Binjai enam hektare.
Kecamatan Kuantan Hilir di Desa Pulau Kijang satu hektare. Kecamatan Benai 24 hektare. Tersebar di Desa Banjar Benai lima hektare, Desa Pulau Lancang lima hektare, Desa Talintam lima hektare, Desa Pulau Kalimanting lima hektare, Desa Tanjung Simandolak dua hektare, dan Desa Gunung Kesiangan dua hektare.
Kecamatan Inuman enam hektare. Berada di Desa Pasar Inuman tiga hektare dan Desa Banjar Nan Tigo sebanyak tiga hektare.
Baca Juga: Raphinha Ditunjuk sebagai Kapten Barcelona, Pemain Brasil Pertama yang Pegang Peran Itu
"Totalnya sebanyak 258 hektare. Rata-rata umur tanam 90-104 hari," kata Deflides Gusni, Ahad (6/9/2026).
Kondisi ini, juga berdampak pada pertumbuhan tanaman padi dan produksi. Sebab pertumbuhan padi akan lambat. Makanya, untuk meminimalisir tetjadnya kekeringan areal persawahan tanaman pada masyarakat, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Kabupaten Kuansing, mengaktifkan pompa jaringan irigasi air tanah yang sudah ada.
Kemudian bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Damkar Kuansing untuk melakukan pemyiraman areal persawahan padi masyarakat. Misalnya di Desa Pulau Aro, Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah. Dan kemudian di Kecamatan Cerenti.
Namun upaya itu tidaklah mencukupi untuk kebutuhan air. Makanya, Pemkab Kuansing lewat Dinas TPHKP Kuansing berkoordinasi dengan BPBD Riau meminta untuk modifikasi cuaca di wilayah Kuansing.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berlanjut, 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik
"Namun kami tidak tahu kapan mereka lakukan dan bagaimana. Karena tentu mereka teknis di lapangan. Kita berharap hujan segera turun di Kabupaten Kuansing," ujar Deflides.(dac)
Editor : Edwar Yaman