TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Ahad (6/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wib terlihat mengular lagi.
Pemandangan antrean kendaraan berbahan bakar solar dan pertalite ini terlihat berbeda pada Ahad pagi yang sepi. Dimana, pada saat itu pertalite dan solar belum masuk.
Dari arah Teluk Kuantan, antrean kendraaan lapis dua hingga ke depan toko Damai. Sementara dari arah Pekanbaru, antrean truk coldisel hingga di depan rumah makan Mak Itam atau sekitar 500 meter.
Baca Juga: Ratusan Hektare Hutan Mangrove di Kawasan Lindung Dibabat, Polisi Tangkap 2 Orang
SPBU Sungai Jering memang satu-satunya SPBU yang ada di kota Teluk Kuantan dan berada di pinggiran jalan lintas Teluk Kuantan-Pekanbaru.
Sedangkan dua SPBU lainnya, yakni SPBU Sitorajo Kari dan SPBU Kebun Nenas berada di luar kota Teluk Kuantan. Sehingga ketika asikan BBM masuk, kendraaan sudah banyak yang antre.
Apalagi pada Sabtu (5/9/2026), pertalite dan solar tidak masuk dari Pertamina. "Sabtu kemaren memang tak masuk minyak. Karena ada kesalahan di sistem penebusan. Tapi hari ini sudah masuk," kata bagian administrasi SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Agrinas Palma Nusantara Perkuat Integritas dan Profesionalisme
Soal antrean panjang yang terjadi, Mega tidak tidak apa yang menjadi alasan. Namun bisa saja karena BBM yang sempat kosong, sehingga begitu masuk langsung antrea kendaraan
Sedangkan untuk sistem tetap sesuai prosedur dengan barcode pertamina.
Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Drs Masnur lewat Kabid Industri Saprialis yang dihubungi menyebutkan, untuk SPBU Sungai Jering memang terjadi kesalahan penebusan sehingga pada Sabtu (5/9/2026) kemaren kosong.
Baca Juga: Karhutla 4 Hektare di Rohul, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Mereka selalu mengingatkan pada semua pengelola SPBU agar mematuhi mekanisme pengisian BBM. "Kalau di isi berulang-ulang dalam satu hari itu salah. Kalau di isi untuk pelansir, itu juga salah. Dan ini semua kita ingatkan," ujarnya.
Saprialis juga mengaku sangat heran, mengapa di semua SPBU terjadi antrean kendaraan setiap hari. Padahal semua kuota SPBU terpenuhi.
Namun mereka tidak bisa menduga-duga adanya kemungkinan lain. Sebab harus ada bukti yang ditemukan di lapangan. "Kalau ada bukti, jelas di tindak dengan tegas," kata Saprialis.
Baca Juga: Jalur Sontang-Duri Terbelah Dua Usai Ditimbun, Tiap Hari Truk Terjebak Kubangan Lumpur
Menyinggung rencana Pemprov Riau akan mengusulkan tambahan kuota BBM di SPBU yang ada di Riau, hingga hari ini, lanjut Saprialis belum pemberitahuan pada Dinas Kopdagrin Kuansing oleh provinsi. "Kalau ada rencana seperti itu, tentu kita akan minta juga," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal