SPPG Diingatkan Jaga Kualitas MBG yang Didistribusikan ke Sekolah Tiap Satu Jam Dicek

Desriandi Candra • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 16:15 WIB
Guru dan siswa SMPN 1 Telukkuantan melakukan pengecekan menu MBG saat sampai di sekokah, beberapa waktu lalu. (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Guru dan siswa SMPN 1 Telukkuantan melakukan pengecekan menu MBG saat sampai di sekokah, beberapa waktu lalu. (Desriandi Candra/Riaupos.co)

 

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kasus keracunan anak sekolah akibat memakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), banyak terjadi. Termasuk di beberapa wilayah di Riau.

Sehingga banyak para orang tua murid yang kini menolak menu MBG yang diantar. Syukurnya, kasus keracunan ini belum terjadi di Kabupaten Kuansing.

Mengantisipasi kasus keracunan anak akibat mengkonsumsi menu makanan yang sudah kadaluwarsa, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kuansing Rosi Padil mengingatkan pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Kuansing untuk memastikan kualitas menu makanan MBG yang diantar ke sekolah-sekokah. Jangan sampai menu makanan yang diantar dalam kondisi kedarluwarsa atau basi. Sebab, akan berakibat fatal pada anak. Yakni keracunanan makanan.

"Ini setiap hari kita sampaikan  pada semua SPPG di Kabupaten Kuansing," ujar Rosi Padli, Ahad (13/9/2026) di Telukkuantan.

 Baca Juga: Tanpa Kabut Asap dan Titik Api, Bupati, Kapolres dan Sekda Meranti Awali Hari dengan Jalan Pagi

Rosi Padli menyebutkan, sebelum menu makanan MBG di antar pada anak penerima manfaat di sekolah, menu makanan di cek kualitas kesehatannya setiap jam (per satu jam) oleh pengawas MBG langsung melalui zoom.

Begitu juga setelah menu makanan MBG di distribusi ke sekolah. Tetap dilakukan pengecekan kesehatan melalui sampel menu makanan MBG yang ada di semua dapur SPPG di Kabupaten Kuansing.

"Jadi kalau hasil cek sampel menu makanan yang ada di dapur SPPG kadarluarsa atau basi, mereka bisa langsung mengubungi sekolah penerima manfaat MBG dari SPPG yang bersangkutan. Alhamdulillah, sejauh di Kuansing aman dan mudah-mudahan tetap aman," ujar Rosi.

Baca Juga: FIK Universitas Pahlawan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui 1st PI-CARE 2026

Di Kabupaten Kuansing, lanjut Rosi Padli, program MBG sudah di nikmati 399 sekolah dan 55.698 orang anak dari 11 kecamatan di Kabupaten Kuansing.

Dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Kuansing, ada empat kecamatan yang masih moratorium dan menunggu persetujuan operasional SPPG dari BGN Pusat. Masing-masing, Kecamatan Hulu Kuantan, Pucuk Rantau, Pangean dan Inuman.(dac)

 

Editor : Edwar Yaman
Kualitas MBG SPPG Mbg BGN