TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kemarau panjang yang masih berlangsung mulai berdampak. Contohnya saja Sungai Kuantan yang menjadi sungai besar di wilayah Kabupaten Kuansing yang airnya menyusut.
Pendangkalan debit air Sungai Kuantan ini juga terlihat dari Tepian Narosa Teluk Kuantan, Senin (14/8/2026) pagi.
Bagian pinggir sungai sudah terlihat pasir sungai yang menyerupai pulau. Bahkan beberapa bagian di pancang star areha perpacuan jalur di Desa Koto Taluk, bagian tengah juga sudah terlihat gundukan tanah.
Baca Juga: 70 Bikers Hobiku Ikuti Edukasi Keselamatan
Pendangkalan air sungai kuantan sudah terlihat sejak Juli hingga September 2026.
Terjadinya pendangkalan juga dilihat dari pantauan ketinggian atau kedalaman air Sungai Kuantan di alat ukur yang ada di Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu dan Cerenti di bagian hilir yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kuansing. Kedalaman Sungai Kuantan yang menjadi sarana berlangsungnya tradisi pacu jalur, hanya tinggal 2 meter.
Bahkan dibagian pinggir sungai Kuantan lebih parah lah, 1 meter sampI 1,5 meter. "Ini memang parah. Tiap bulan kedalaman debit air sungai Kuantan terus menyusut," ungkap Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi, Selasa (15/9/2026) yang dihubungi.
Baca Juga: Bandara SSK II dan Basarnas Pekanbaru Perkuat Kolaborasi
Menurut Koko Mahyudi, kondisi ini memang akibat kemarau panjang yang terjadi pada saat ini. Dari perkiraan BMKG, puncak kemarau terjadi di bulan September 2026 ini.
Sehingga tidak ada proyeksi hujan yang turun. BMKG sendiri memperkirakan musim hujan baru akan masuk di pertengahan Oktober 2026. "Kalau kita sempat diguyur hujan pekan kemaren, itu hasil modifikasi yang intensif dilakukan oleh BNPB bersama BPBD Riau," kata Koko Mahyudi.
Ditengah musim kemarau ini, lanjut Koko Mahyudi, BPBD Kuansing tetap mengingatkan semua tim relawan bencana dan MPA yang ada di kecamatan dan desa untuk terus melakukan pemantauan lapangan, mengajak masyarakat terus meningkat kewaspadaan. (dac)
Editor : M. Erizal