TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Markas Komando (Mako) Batalyon Infantri (Yonif) Teritorial akan dibangun di Kabupaten Kuansing. Pembangunannya akan dipusatkan di Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya.
Terkait dengan rencana itu, Pemkab Kuansing memfasilitasi penyelesaian lahan pembangunan Yonif Teritorial di Desa Koto Sentajo itu.
Rencana ini mengemuka saat rapat pembahasan yang dipimpin langsung Plt Bupati Kuansing H Muklisin, Rabu (16/9) di Kantor Bupati.
“Kami selaku pemerintah daerah selalu hadir untuk memfasilitasi dan memediasi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Kita ingin setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ujar H Muklisin.
Baca Juga: Asap Masih Terlihat, Kualitas Udara Kuansing Sedikit Membaik
Menurutnya, rencana pembangunan satuan Yonif Teritorial di Koto Sentajo merupakan hal yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuansing. Keberadaan satuan tersebut juga menjadi bagian penting dalam penguatan institusi pertahanan di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kita di Kuansing sampai saat ini belum memiliki Kodim definitif 0323. Tentunya menjadi kebanggaan kita apabila nantinya Kodim dapat berdiri di Kuansing,” katanya.
Pemerintah daerah sangat mendukung rencana tersebut. Namun demikian, ia menekankan agar seluruh persoalan, khususnya terkait status dan kepemilikan lahan, dapat diselesaikan sejak awal.
Baca Juga: Personel Damkar Berjibaku Padamkan Karhutla di Dua Lokasi di Kuansing
“Pemda sangat mendukung pembangunan batalyon ini. Namun jangan sampai ada permasalahan dengan masyarakat, terutama berkaitan dengan tanah. Untuk itu semuanya harus kita clear-kan dari awal,” tegasnya.
Sementara itu, Pabung Inhu-Kuansing Mayor Inf Legimin menjelaskan gambaran mengenai satuan batalyon yang direncanakan dibangun di Koto Sentajo. Ia menyampaikan batalyon tersebut nantinya direncanakan memiliki sekitar 1.190 personel dan dipimpin oleh seorang Letnan Kolonel.
Konsep batalyon yang direncanakan di Kuansing memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan batalyon yang berada di daerah lain, seperti di Kampar, karena mengombinasikan unsur batalyon tempur dengan batalyon infanteri teritorial pembangunan.
Baca Juga: Udara di Kuansing Nyaris Sentuh Level Sangat Tidak Sehat, Sekolah PJJ Dua Hari
“Batalyon ini nantinya terdiri dari sembilan kompi, yaitu satu kompi pelayanan, tiga kompi senapan tempur, satu kompi bantuan senjata berat, serta empat kompi pembangunan,” jelas Mayor Inf Legimin.
Empat kompi pembangunan tersebut, lanjutnya, akan berkaitan dengan bidang pertanian, peternakan, tempur dan kesehatan. Sementara tugas pokok satuan nantinya mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam rapat tersebut, perwakilan tokoh adat Sentajo juga menyampaikan pentingnya penelusuran status lahan masyarakat yang berada di depan Kantor Camat Sentajo Raya, yang saat ini telah dipasang plang rencana pembangunan Yonif.
Baca Juga: Pasokan Tersedia, Antrean BBM Masih Tetap Terjadi di Kuansing
Menurutnya, status dan bukti kepemilikan lahan perlu dipastikan terlebih dahulu agar rencana pembangunan dapat berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, rapat kemudian menyepakati agar para pihak kembali menunjukkan bukti-bukti kepemilikan lahan yang dimiliki masing-masing. Selanjutnya, dokumen tersebut akan disandingkan dengan data yang terdapat pada KPH/KPKH terkait.(dac)
Editor : Arif Oktafian