Antrean BBM Berkepanjangan, Dinas Kopdagrin Kuansing Menduga Digunakan untuk Lansiran

Desriandi Candra • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah masih terjadi, Senin (21/9/2026). (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah masih terjadi, Senin (21/9/2026). (Desriandi Candra/Riaupos.co)

 

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di SPBU-SPBU dalam wilayah Kabupaten Kuansing hingga Senin (21/9/2026) masih terjadi.

Tidak saja di SPBU Sungai Kering, tetapi juga di SPBU Kebun Nenas, Sitorajo, Koto Gunung, Logas, Koto Baru dan lainnya. Kondisi ini seragam, walau terkadang ada yang antrean sangat panjang dan ada sedikit berkurang. Namun tidak pernah berhenti.

Fakta ini diakui oleh Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Drs Masnur MM yang dikonfirmasi Riaupos.co.

 Baca Juga: Zahra Chowdhury Resmi Mulai Mengajar sebagai English Teaching Assistant di MAN 3 Pekanbaru

"Memang benar, nyaris tidak ada antrean kendaraan di setiap SPBU di Kuansing," ungkap Masnur.

Padahal, dari hasil pemantauan petugas Kopdagrin dan pengecekan pasokan BBM di setiap SPBU yang ada, semua kuota BBM masuk sesuai pesanan SPBU ke depot Pertamina. Namun antrean setiap hari terjadi, berlapis-lapis. Pengendara yang membutuhkan harus ikut antrean ber jam-jam.

Dari pengecekan di SPBU, kata Masnur, mereka tidak menemukan kejanggalan. Semua kendaraan ikut antrean dan mengisi BBM dengan menggunakan barcode my pertamina sesuai plat nomor kendaraan.

Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan

Namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian Dinas Kopdagrin. Pertama, banyaknya ditemukan pom mini atau pedagang pengecer BBM yang harganya dijual dengan harga tinggi Rp15.000 per liter untuk Pertalite dan Solar. Padahal harga jual di SPBU hanya Rp10.000 untuk Pertalite dan Rp6.800 untuk Solar per liter.

Selisih harga jual yang tinggi itu membuat warga tergiur menjadi penyuplainya BBM di pengecer. Sehingga mereka rela antre di SPBU berjam-jam dan setiap hari.

"Namun kita tak bisa menertibkan itu. Sebab, masyarakat kampung yang butuh ngisi 2 liter tidak mungkin mengantre di SPBU ber jam-jam. Sehingga mereka akan membeli BBM di pengecer yang ada di lampung," ujarnya.

Hal ini, kata Masnur, bisa diperhatikan.

"Mobil yang hari ini antre, besok dia antre juga. Kalau pemakaian kita pribadi dan normal dalam kota, isi full hari ini tak mungkin besok antre lagi. Minimal tiga hari baru isi lagi," katanya.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi di Musda XI, Agus Risna Saputra Pimpin Golkar Kampar

Lalu fakta lain yang diperhatikan Dinas Kopdagrin, lanjut Masnur, ketika Polda dan Polres Kuansing melakukan operasi penertiban PETI selama dua minggu sebelum helat even pacu jalur, tak ada antrean panjang. Baik pertalite maupun kendaraan berbahan bakar solar. Namun sekarang bisa di lihat, aktivitas PETI sudah kembali beraktivitas di mana-mana.

"Dugaan kami seperti itu. Kendaraan yang antre setiap hari di SPBU sebagian besar adalah kendaraan pelansir eceran. Kalau teknis pengisian tidak ada yang salah kami pantau dan stok sesuai kuota," tegas Masnur. 

Ditanya apakah antrean BBM akan berdampak pada harga sembako, bangunan dan lainnya. Masnur mengatakan, pasokan sembako ke Kuansing mayoritas datang dari luar seperti Sumatera Barat. Sementara distribusi dari Sumatera Barat tidak ada kendala. Tidak ada anyrean panjang BBM di SPBU seperti di Kuansing dan Riau.

Kenaikan harga sembako maupun barang bangunan, lebih dipengaruhi oleh pasokan yang berkurang akibat produksi produk yang berkurang. Sementara permintaan naik.

 Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan

Dinas Kopdagrin selalu mengingatkan pada pemilik atau pengelolaan SPBU yang ada agar mengikuti aturan yang ada.

Sementara menurut salah seorang petugas di SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna bagian administrasi mengatakan, pekan ini antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM terlihat berkurang. Baik solar maupun Pertalite.

Ia melihat lebih dipengaruhi pasokan BBM yang masuk normal sesuai permintaan dan di SPBU lainnya juga tidak terjadi kendala pasokan.

Sedangkan untuk pengisian, mereka menyesuaikan barcode dengan plat nomor kendaraan dan sesuai batas maksimal pengisian per hari kendaraan.(dac)

Editor : Edwar Yaman
Dinas Kopdagrin Kuansing antrean bbm spbu