TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kuansing sudah berlangsung cukup lama. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuansing mencatat, asap sudah mencemari kualitas udara Kuansing sudah satu bulan. Terhitung sejak 19 Agustus 2026 hingga sekarang.
Artinya, sudah satu bulan pula masyarakat Kuansing kontak fisik dan terpapar asap. Kondisi ini mengancam kondisi kesehatan masyarakat Kuansing. Tidak saja ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tetapi ancaman serangan penyakit lainnya.
"Jadi kalau kita sudah kontak terlalu lama, menghirup udara yang tercemar okeh asap, jelas akan mengancam kesehatan kita. Tidak saja ISPA tetapi juga gangguan kesehatan lainnya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kuansing, Helma Muliani, Senin (21/9/2026) di Telukkuantan.
Baca Juga: Polres Rohil Turunkan Personel Urai Kemacetan di Perbatasan Riau-Sumut
Di jelaskan Helma Muliani, untuk kasus ISPA mungkin saja saja semua masyarakat sudah terserang ISPA, namun tidak disadari. Tetapi yang ditangani oleh puskesmas se Kuansing sejak 19 Agustus 2026 sampai 20 September 2026, kasus ISPA mencapai 1.388 orang.
"Ini yang tercatat dan yang di tangani. Kalau kasua jauh lebih dari ini, cuma kita tidak menyadarinya," katanya.
Gejala batuk, sakit kepala, pusing, beberapa tanda terserang ISPA. Akibat kebutuhan udara yang sehat tidak terpenuhi, tidak mencukupi untuk otak. Selain itu, ancaman penyakit pernapasan, paru juga akan bertambah oleh udara yang tercemar asap.
Apalagi untuk kelompok tentang seperti ibu hamil, bayi, balita, anak-anak dan lansia. Mereka yang memiliki penyakit akut akan bisa semakin memperburuk kondisinya.
Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Kembali Ukir Prestasi di OSN 2026
Karena itu, Diskes Kuansing selalu mengingat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dengan kondisi seperti ini. Menggunakan masker saat keluar, makan, makanan bergizi, minum air putih yang banyak.
“Selain itu, bisa memasang alat air purifier atau penyaring udara di dalam rumah. Alat ini membantu menyaring racun atau udara yang kotor,"ujar Helma Muliani.
Selain itu, Dinkes Kuansing sudah mengusulkan tambahan 1.000 kotak masker ke Dinas Kesehatan Riau. Namun hingga hari ini belum di setujui. Provinsi masih memfokuskan tambahan masker di daerah Riau yang asap lebih parah. Sementara Kuansing masih belum termasuk daerah skala prioritas.
Baca Juga: Timnas 3x3 U17 Kawin Gelar Juara Asia Tenggara, Pemain Didominasi Jebolan DBL
Penambahan 1.000 kotak masker, juga tidak akan mampu untuk seluruh masyarakat Kuansing. Apalagi masker adalah barang habis pakai atau hanya satu kali pakai.
Karena itu, Diskes Kuansing menyarankan agar masyarakat Kuansing mematuhi himbauan Dinkes yang sudah disampaikan.(dac)
Editor : Edwar Yaman