TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Abrasi terus mengancam bangunan disepanjang Sungai Kuantan. Termasuk di Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Sebuah rumah warga setempat yang sehari-hari juga membuka usaha kedai kopi dan rumah makan, terancam jatuh ke sungai.
Rumah itu milik Zulfi Yusri, pemilik Kedai Kopi Bunguar. Kondisi kini, tebing tanah yang tersisa berjarak 1 meter dari sungai Kuantan. Setiap tahun di hantam banjir dan menyebabkan terjadinya abrasi.
Baca Juga: 6 Jenis Minuman Selain Air yang Bermanfaat Menjaga Tubuh Terhidrasi
"Kalau lah abrasi lagi, tebing tentu akan runtuh. Ini mengancam tempat tinggal kami dan kedai kamia,"Zulfi Yusri, Ahad (27/9/2026).
Ia bersama warga lainnya sekarang merasa cemas dan khawatir berat. Sebab tidak lama lagi masuk musim penghujan. Ancaman abrasi akan semakin nyata.
Abrasi tidak hanya mengancam kedai kopinya namun juga bangunan Poskedes, rumah warga dan jalan kabupaten.
Baca Juga: 10 Manfaat Air Kelapa, Bantu Penuhi Kebutuhan Cairan hingga Kurangi Risiko Batu Ginjal
Zulfi Yusri berharap Pemkab Kuansing, Pemprov Riau dan pemerintah pusat segera membangun turap atau penahan tebing di lokasi tersebut. Karena bila tidak ditangani, akan membahayakan warga desa.
“ Harapan juga disampaikan pada anggota DPRD Kuansing, provinsi dan pusat,”ujar Zulfi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kuansing, Zulderi, yang dikonfirmasi mengataka sudah mengetahui kondisi abrasi sungai Kuantan di lokasi itu.
Baca Juga: Matcha yang Jadi Favorit Banyak Orang Miliki 6 Manfaat bagi Kesehatan, Simakl Berikut Ini
Pihaknya juga sudah memberi tahu pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BW2S) III di Pekanbaru agar mendapat perhatian serius.
Bahkan pihak BW2S III di Pekanbaru sudah turun ke lokasi melakukan survey lapangan.
"Dinas PUPR dan Pemkab Kuansing bersama masyarakat terus berusaha agar segera dibangun turap atau penahan abrasi di lokasi itu,"kata Zulderi. (dac)
Editor : M. Erizal