TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - ABRASI terus mengancam bangunan di sepanjang Sungai Kuantan, termasuk di Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean.
Sebuah rumah warga setempat yang sehari-hari juga membuka usaha kedai kopi dan rumah makan, terancam jatuh ke sungai.
Rumah itu milik Zulfi Yusri, pemilik Kedai Kopi Bunguar. Kondisi kini, tebing tanah yang tersisa berjarak 1 meter dari Sungai Kuantan. Setiap tahun dihantam banjir dan menyebabkan terjadinya abrasi.
‘’Kalau lah abrasi lagi, tebing tentu akan runtuh. Dan ini mengancam tempat tinggal kami dan kedai kami,’’ ujar Zulfi Yusri, Ahad (27/9).
Baca Juga: Bila Musim Hujan, Waspada Titik-Titik Ini di sepanjang Sungai Kuantan dan Singingi
Ia bersama warga lainnya sekarang merasa cemas dan khawatir berat. Sebab tidak lama lagi masuk musim penghujan. Ancaman abrasi akan semakin nyata.
Abrasi tidak hanya mengancam kedai kopinya namun juga bangunan Poskedes, rumah warga dan jalan kabupaten.
Zulfi Yusri berharap Pemkab Kuansing, Pemprov Riau dan pemerintah pusat segera membangun turap atau penahan tebing di lokasi tersebut. Karena bila tidak ditangani, akan membahayakan warga desa.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kuansing, Zulderi, yang dikonfirmasi mengataka sudah mengetahui kondisi abrasi Sungai Kuantan di lokasi itu.
Pihaknya juga sudah memberi tahu pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BW2S) III di Pekanbaru sudah turun ke lokasi melakukan survei lapangan.
Baca Juga: Pasokan BBM Cukup, Antrean Pengendara di Kuansing Berkurang
‘’Dinas PUPR dan Pemkab Kuansing bersama masyarakat terus berusaha agar segera dibangun turap di lokasi itu,’’ kata Zulderi.(hen)
Editor : Arif Oktafian