TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Kabut asap masih tebal menyelimuti Kuansing hingga Selasa (6/10/2026). Kondisi ini pun menyebabkan kualitas udara di level tidak sehat.
Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Dody Fitrawan SAP MM, kualitas udara Kuansing memang masih di level tidak sehat.
Dari pantauan angka indeks kualitas udara yang dilakukan, menunjukkan peningkatan. Di wilayah Teluk Kuantan dan sekitarnya, terpantau di angka 169-189.
Baca Juga: Sempat Terjadi Kendala, Kini Penyaluran Beras SPHP di Pekanbaru Kembali Normal
Muara Lembu Kecamatan Singingi di angka 182-196. Petai Kecamatan Singingi Hilir 181-195. Kecamatan Gunung Toar 158-188. Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik 168-187.
Kemudian, Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat 178-194. Kecamatan Pangean di angka 178-193. Dan Kecamatan Cerenti di angka 168-181.
"Dari indeks kualitas udara memang naik dan masih di level tidak sehat," kata Dody Fitrawan.
Baca Juga: Nominal Pinjol Meningkat, Sentuh Rp107 T
Asap pekat yang masih menyelimuti Kuansing, juga berdampak pada terus menambahnya kasus ISPA di Kuansing.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diskes Kuansing, Helma Muliani, sampai hari ini kasus ISPA di Kuansing sudah mencapai 1.746 kasus.
Di bulan Agustus yang menjadi awal asap menyelimuti Kuansing terdapat sebanyak 649 kasus. September 2026 sebanyak 1001 kasus dan lima hari di bulan Oktober, 1-5 Oktober 2026 tercatat sebanyak 96 kasus.
Baca Juga: Tiga Guru Besar UIN Suska Riau Dikukuhkan
Helma Muliani menghimbau kembali masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah. Apalagi untuk kategori bayi, balita, ibu hamil, lansia dan kelompok rentan lainnya. Memperbanyak makan makanan bergizi dan air putih. (dac)
Editor : M. Erizal