TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -Plt Bupati Kuansing H Muklisin mengusulkan pada Kementerian Pendidikan RI agar guru-guru PAUD, TK se-Kuansing yang belum berstatus PNS atau PPPK bisa diangkat oleh Kementerian Pendidikan RI sebagai PNS atau PPPK.
Ini disampaikan oleh Plt Bupati H Muklisin saat pembukaan Porseni IGTKI PGRI IV Riau tahun 2026 di lapangan Astaka eks MTQ Riau-Taman Jalur, Selasa (13/10/2026).
Menurut Muklisin, sebagian besar guru-guru PAUD, TK di Kuansing bahkan banyak di Riau masih belum diangkat sebagai PNS atau PPPK. Padahal, fungsi dan peran guru-guru PAUD, TK dalam Pendidikan sangat penting.
Baca Juga: Turun, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.783 per Kg
"Mudah-mudahan Pak Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang hadir, Pak Agung Nugroho Rampe bisa memperjuangkan ini," ujar Muklisin.
Mukhlis mengatakan, PAUD/TK berperan besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak sejak dini. Guru PAUD bukan hanya pendidik tetapi juga teman belajar dan pembimbing yang membentuk anak-anak mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka melalui berbagai kegiatan.
Porseni ini bukan sekadar ajang kompetensi meraih piala atau sertifikat, lebih dari itu sebagai wadah silaturahim, sarana mengasah bakat serta panggung untuk mengekspresikan kreativitas dan jiwa.
Baca Juga: Angkat Budaya Indonesia, Dance SMA IT Abdurrab Tampil Memukau
Para pendidik PAUD/TK mengajarkan anak-anak untuk sportif, jujur, berani dan kreatif, memberi teladan. Melalui Porseni ini membuktikan bahwa guru TK/PAUD di Provinsi Riau tidak hanya hebat di dalam kelas tetapi juga tangguh, kreatif dan berprestasi di luar kelas.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia, Pemerintah Daerah se Provinsi Riau dan semua pihak yang sudah bekerja keras dalam mendukung pelaksanaan agenda Ini. Saya menyadari bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK) adalah pondasi paling krusial bagi masa depan daerah kita. Guru PAUD/TK adalah arsitek utama pembentuk karakter anak-anak Oleh karena itu kita wajib punya komitmen untuk kemajuan pendidikan PAUD dan TK di daerah Provinsi Riau ini," ujarnya.
Kadisdikpora Riau H Erisman Yahya menyebutkan, sejak tahun 1960-an awal, di Telukkuantan Kabupaten Kuansing sudah berdiri namanya sekolah pendidikan guru. Dari Telukkuantan Kuansing inilah kemudian menyebar guru-guru ke kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.
"Jadi kalau hari ini memilih Kota Telukkuantan sebagai tempat Porseni, tentu ini adalah pilihan yang sangat tepat," katanya.
Baca Juga: Khidmat dan Semarak HUT Ke-27 Kabupaten Rohul, Satu Semangat Membangun Negeri
Telukkuantan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun pondasi pendidikan anak usia dini pada masa inilah karakter kreativitas rasa percaya diri kemampuan bersosialisasi serta nilai-nilai kebersamaan mulai tumbuh dan berkembang oleh karena itu kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan pula oleh kualitas keteladanan dan semangat para pendidiknya.
Porseni ini menjadi penting untuk memberikan ruang bagi para guru untuk berekspresi, berkreasi menjaga kebugaran sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan. Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendorong sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan termasuk dengan PGTKI PGRI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan sumber daya manusia Riau yang unggul.
Kualitas pendidikan di provinsi Riau tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia. Di OSN yang digelar di Kota Malang kemaren, Riau berhasil meraih peringkat VII di Indonesia atau terbaik di luar pulau jawa.
DI Riau, ada sekitar 2500-an satuan pendidikan TK atau 12 ribu orang guru lebih yang sebagian besar adalah swasta.
"Kami juga mohon pada Pak Agung Nugroho dari Kementerian nanti bisa di kawal usulan Pemkab Kuansing dan Riau soal pengangkatan guru-guru TK/PAUD menjadi PNS atau PPPK," katanya.
Selain itu, Erisman Yahya menyampaikan bahwa Riau masih sangat membutuhkan program bantuan rehabilitasi sekolah. Porseni IGTKI PGRI IV Riau tahun 2026 dibuka langsung Plt Bunda PAUD Riau Dra Hj Andrias Haryanto. Di Porseni ini, Andrias mengimbau kepada bunda-bunda sekalian untuk terus memberikan perhatian, dukungan memfasilitasi serta senantiasa mensupport setiap kegiatan dan program yang melibatkan pendidikan PAUD khususnya guru TK. Dimana itu menjadi energi dan pelindung bagi semangat para guru dalam menjalankan tugas mulianya.
Guru TK menjadi pondasi, karakter, kecerdasan dan kebahagiaan anak-anak usia dini di Riau. Meteka bukan sekedar pengajar melainkan arsitek masa depan generasi emas Riau dan Indonesia.
Ajang Porseni IV ini hadir bukan sekadar untuk mencari siapa yang menjadi juara lebih dari itu adalah panggung untuk menunjukkan kualitas dan potensi diri, merajut dan menguatkan silaturahmi dan menjunjung tinggi sportivitas berlomba.
Baca Juga: Putri SMAN 5 Pekanbaru Melaju ke Fantastic Four
Menurut Ketua Panitia Porseni IGTKI PGRI IV tahun 2026, Kuansing, Zulmaswan SPd MM, ada sebanyak 1.662 peserta dari 12 kabupaten/kota ikut ambil bagian. Ada sebanyak sembilan cabang lomba yang dipertandingkan.
Masing-masing, cabang Bermain Sambil Bernyanyi ( 4-8 orang). Cabang Gerak dan Lagu ( 4-8 orang). Cabang Senam Fantasi Menurut Cerita ( 4-8 orang). Cabang Senam Anak Indonesia Hebat ( 4-8 orang). Cabang Pembelajaran Berbasis IT/Digital (1-2 orang). Cabang Finger Painting ( 3 orang). Cabang MTQ masing-masing satu orang. Cabang Menyanyi Duet masing dua orang dan cabang Parade Pakaian Daur Ulang.
Untuk lokasi, cabang Bermain Sambil Bernyanyi di pusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Cabang Gerak dan Lagu di Gedung Abdoer Rauf. Cabang Senam Fantasi Menurut Cerita di Pendopo Limuno. Cabang Senam Anak Indonesia Hebat di lapangan Astaqa. Cabang Digital di SMAN 1 Teluk Kuantan. Cabang Finger Painting di Gedung Wanita. Cabang Nyanyi Duet di Dinas Perpustakaan dan cabang MTQ di Melasjid Agung Ar Raudah Kuansing.
Pembukaan Porseni IGTKI PGRI IV ini cukup memukau pengunjung yang hadir. Penampilkan tadi sembah cerano murid-murid TK Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik dan tarian massal dari kalangan Guru-guru TK se Kabupaten Kuansing.(dac)
Editor : Edwar Yaman