TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Hingga kini, Rabu (14/10/2026), kabut asap tak hilang-hilang dari wilayah Kabupaten Kuansing. Padahal, tidak ada titik api dan karhutla yang terjadi.
Kondisi ini membuat warga Kuansing mulai merasa risih. Anak-anak sekolah tidak bisa belajar tatap muka. Aktivitas warga tak berjalan maksimal dan terganggu.
"Kalaulah asap seperti ini, semua terganggu. Aktivitas kita tak berjalan maksimal. Anak-anak tak bisa sekolah dengan normal," ungkap Wirman dan Hepi Meizon.
Baca Juga: Dari Sambal Salai Motu hingga Teh Daun Kelor, UMKM Binaan EMP Meriahkan Helat Pelalawan 2026
Wirman berharap pemerintah menindak tegas ulah pelaku pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja. Sebab, dampaknya semua orang di daerah ini menjadi terganggu. Padahal, tidak ada karhutla yang terjadi di Kuansing.
Memang dari pantauan Indeks kualitas udara di Kuansing, terpantau masih berada di level tidak sehat. Menurut Plt Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Dody Fitrawan SAP MM, di Telukkuantan angka kualitas udara 123-158. Muara Lembu Kecamatan Singingi dan sekitarnya 174-177.
Petai Kecamatan Singingi Hilir 171-174. Kecamatan GunungbToar 172-176. Lubuk Jambi 132-163. Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat 163-164. Kecamatan Pangean 164-165. Kecamatan Cerenti di angka 161-163.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Lelang Aset Meranti Dimulai Hari Ini Tawarkan Ekskavator hingga Puluhan Genset
"Indeks kualitas udara terpantau naik turun. Kalau hujan, udara sedikit membaik tapi kalau tidak hujan, Indeks kualitas udara naik lagi. Tutuk api tidak ada terpantau," ujar Dody Fitrawan.(dac)
Editor : Edwar Yaman