Panas Berasap, BPBD Kuansing Sebut Musim Hujan November

Desriandi Candra • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:51 WIB
Asap masih belum banyak berkurang di Kuansing. Terlihat seperti di kawasan Jalan Proklamasi Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Ahad (18/10/2026).(Desriandi Candra/Riaupos.co)
Asap masih belum banyak berkurang di Kuansing. Terlihat seperti di kawasan Jalan Proklamasi Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Ahad (18/10/2026).(Desriandi Candra/Riaupos.co)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kondisi di Kabupaten Kuansing masih panas berasap. Sehingga membuat status siaga bencana karhutla masih berlangsung.  BPBD Kuansing juga menyebutkan kalau musim hujan baru di bulan November 2026. Meski sesekali masih ada turun hujan dengan intensitas rendah dan sedang di bulan Oktober 2026.

"Kondisi kita masih panas berasap. Makanya status siaga bencana karhutla masih berlangsung. Sementara musim hujan untuk Kuansing diperkirakan di bulan November awal," ungkap Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi, Ahad (18/10/2026).

Koko Mahyudi mengatakan, seluruh tim relawan bencana, masyarakat peduli api di semua kecamatan di Kabupaten Kuansing masih di siagakan.  Mereka diminta terus melakukan pemantauan dan patroli antisipasi karhutla. Mengajak masyarakat Kuansing untuk selalu waspada, tidak membuka lahan dengan cara di bakar, menghindari aktivitas di kebun dengan menggunakan api serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

 Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Lepas Arak-arakan HKN di LAMR

Sebab, dengan kondisi sekarang bisa menimbulkam ancaman karhutla. Karena semak belukar dan daun-daun kering semua.

"Dan kami meminta ini dipatuhi," ujar Koko.

Kabut asap yang sampai di Kuansing, kata Koko, bukan berasal dari Kuansing. Sebab, dari pantauan satelit dari aplikasi Lancang Kuning, tidak ada titik api di Kuansing. Asap yang masih terlihat berasal dari daerah tetangga Kuansing seperti Jambi dan Palembang yang masih ada titik api.(dac)

 Baca Juga: Layanan Honda Care, Solusi Praktis bagi Pengendara yang Mogok di Jalan

Editor : Edwar Yaman
november bpbd kuansing musim hujan