“SEMOGA bisa segera masuk dapur rekaman dan produksi lagu sendiri,” kira-kira begitu ucapnya pada wawancara dua tahun lalu untuk laman yang sama.
Selama hampir 20 tahun Mbii, sapaan akrabnya, bernyayi, tahun ini adalah tahun yang paling dia tunggu-tunggu di dalam hidupnya. Ya! “Berjalanlah” sudah rilis per 1 April 2025. “Selama ini, rekaman-rekaman, baru ini lagu sendiri yang dirilis,” ungkapnya.
“Berjalanlah” merupakan sebuah karya tunggal yang dia tulis di tahun 2022 lalu. Sebuah ungkapan perpisahan untuk semua pejalan, baik pejalan fisik maupun pejalan hati. “Sejatinya yang datang pasti akan pergi dan percayalah tidak semua pisah itu berujung pedih,” tutur Mbii.
Lagu ini dia persembahkan untuk kawanan Nusalayaran yang merupakan rumah kolektif dari perjalanan bernama Ekspedisi Swarnadwipa asal Bandung. Mbii berkata lagu ini dia tulis dan nyanyikan secara spontan melalui pesan suara kala itu, dari kamarnya kepada salah seorang temannya di Nusalayaran yang hendak melanjutkan perjalanan bersama sepedanya ke Nepal, dari Kota Pekanbaru yang telah mereka singgahi sekitar tiga bulan lamanya.
Sejak saat itu, salah satu vokalis lagu Pekanbaru Bandaraya Melayu ini pun sering melantunkan lagu Berjalanlah karyanya di beberapa momen di kafe-kafe, kegiatan kampus, hingga pada festival-festival besar daerah.
Kini lagu “Berjalanlah” yang baru saja dihidangkan hangat-hangat itu telah banyak didengar di berbagai platform musik di dunia. Namun siapa sangka di balik cerita manis itu terselip kisah malam panjang perenungan tiga tahun lamanya. Dari yang awalnya ragu, berkat dukungan dan dorongan keinginan luar biasa dari sahabat-sahabatnya, Mbii pun akhirnya memberanikan diri masuk ke dapur rekaman pada 2024 lalu sebelum pada akhirnya memutuskan rilis perdana pada tahun ini.
Bagi perempuan manis bernama lengkap Yossi Arimbi Salsabilla YR ini, lahirnya lagu tersebut sepenting dukungan kedua orang tuanya, bahkan sangat. Ayah dan ibu Mbii, Yani Rizal dan Sri Yani. Terutama ayahnya yang mengenali sekali potensi bernyanyinya sedari kecil, yang sering memanggilnya pulang dari mainnya hanya untuk bernyanyi menghibur penat seorang ayah. Bahagia sekali dengan hal ini. Seperti kebanyakan bapak-bapak membagi ceritanya dan karya anaknya kepada keluarga, sanak, dan tetangga dengan hati penuh bangga.
Mbii berharap semakin sederhana dan menawan ke depan dengan ide-ide segar dalam balutan perjalanan yang hangat, yang akan membawa “Berjalanlah” menjadi satu album yang utuh, nantinya.
“Terimakasih sedalam-dalamnya kepada seluruh rekan-rekan saya yang banyak membantu lagu ini. Ada Apim, bang Dio, bang Eman, bang Davi, bang Dhika, bang Yogi, dan Ignito Production. Lalu yang utama tentu untuk Ayah serta Ibuku tercinta, abang, juga ipar-iparku. Kepergian tak selalu menyakitkan, maka tunggulah lengkung indah di sudut bibir itu,” tutupnya tersenyum.(azr)
Laporan: SITI AZURA