RIAUPOS.CO - Gadis 25 tahun ini akrab dengan sapaan Dinda. Empat tahun yang lalu, pada usia ke-21 tahun, Dinda berhasil menyelesaikan studi strata satunya. Tergolong cepat karena Dinda sudah masuk bangku SD di usia 5 tahun. Selain daripada itu, Dinda juga berhasil menyelesaikan studinya dalam periode 3 tahun 8 bulan yang menjadikannya lulus dengan predikat cumlaude.
Dinda menyebutkan bahwa sedari kecil ia memang sudah aktif di dunia akademis. “Awalnya itu karena Mama suka beliin aku majalah Bobo dari usia 3 tahun. Lanjut aku mulai baca novel untuk anak kecil seperti Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) dan Pink Berry. Adanya literasi sedari dini membuat aku tertarik untuk eksplor di dunia akademis,” tuturnya. Hal ini yang akhirnya membuat Dinda acap kali meraih peringkat tiga besar mulai dari SD hingga SMA.
Selain itu, Dinda juga dikenal sebagai anak yang fasih menggunakan bahasa Inggris. Hal ini—disampaikan oleh Dinda—karena mama dan neneknya yang selalu melatihnya menggunakan bahasa Inggris sedari bayi. Oleh sebab itu, Inggris sudah menjadi bahasa kedua Dinda. Hal ini yang kemudian membuatnya tertarik untuk menyelami dunia debat Bahasa Inggris hingga ke bangku kuliah. Dari kompetisi debat, Dinda berhasil terbang ke luar negeri dan meraih berbagai medali kejuaraan.
Sejak terjun ke kompetisi debat di 2014, Dinda mulai mengetahui bahwa public speaking
merupakan passion yang ia miliki. “Karena aku tahu kalau public speaking adalah duniaku, aku mulai cari-cari peluang di dunia HR. Syukurnya, satu bulan setelah aku menyelesaikan sidang skripsi, aku berhasil diterima di salah satu perusahaan rekrutmen ternama asal Singapura,” ujarnya.
“Hingga saat ini, aku terus mengembangkan karirku di industri ini. Sekarang aku sedang bekerja untuk perusahaan Malaysia sebagai HR Recruiter. So, bolehlah kalau nak cakap Melayu Malaysia, hehe,” bagi Dinda.
Selain fasih berbahasa Inggris, Dinda berhasil menambah kemampuan bahasanya dengan bahasa Melayu Malaysia. Dinda mengatakan bahwa cukup mudah untuk memelajarinya karena Dinda memiliki basic berbahasa Melayu Riau. Selain itu, Dinda juga tengah mendalami kemampuan berbahasa Korea—yang saat ini dirinya sudah mampu untuk menulis dan membaca aksara Korea.
Selain disibukkan dengan bekerja, Dinda juga disibukkan dengan aktivitasnya sebagai make up artist (MUA). Berbekal dengan passionnya di bidang fashion and beauty dan pengalamannya sebagai pemenang Duta GenRe Riau 2020, Dinda memberanikan diri untuk memulai bisnisnya tersebut. Hingga saat ini, Dinda sudah mendandani berbagai klien dan menjadi sponsor pada ajang kecantikan. Portofolio Dinda dapat dilihat di akun Instagram-nya, @touchedbydinda.
Fun fact yang sempat dibagikan oleh Dinda ialah Mamanya juga dulu bekerja sebagai HR.
Selain dari itu, ia juga mulai tertarik dengan make up di usia 5 tahun karena seringkali melihat Mamanya menggunakan make up setiap pagi ketika akan berangkat bekerja. Dinda menyebutkan bahwa Mamanya merupakan sumber inspirasi utamanya dan banyak terima kasih untuk beliau.
Terakhir, Dinda manyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah asyik dengan kegiatannya sebagai Top 30 Putri Hijabfluencer Riau 2025. “Setelah 3 tahun berpikir dari 2023, aku akhirnya memberanikan diri untuk ikut ajang ini. Motivasiku adalah karena aku sudah menggunakan hijab dari 2011, jadi aku ingin menyebarkan semangat berhijab ini kepada orang-orang. Selain itu, aku memang suka kegiatan content creation dengan niche beauty in career,” paparnya.
Menurutnya, rasa ajang tersebut dapat membantuku untuk menyalurkan hobi dan passion itu secara baik. “Semoga aku bisa terus grow and glow dan membawa lebih banyak pasukan. Doakan, ya, semoga aku bisa membawa pulang salempang juara Putri Hijabfluencer Riau 2025, aamiin,” tutup Dinda.(azr)
Editor : Rindra Yasin