Bangsa Indonesia secara serentak baru saja memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari. Dari peringatan ini, fokus perhatiannya adalah persoalan sampah, fokusnya lagi sampah plastik yang ada sangat mengganggu dan menjadi ancaman tersendiri. Termasuk juga di Kota Pekanbaru, Pemko menjadikan sampah plastik sebagai musuh bersama dan bersama-sama pula untuk dapat mengatasinya sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru
PERINGATAN HPSN ini bukan tanpa sebab. Adanya peringatan ini dilatarbelakangi dari peristiwa mengerikan, tragedi longsor sampah di TPS Leuwi Gajah, Cimahi, Jabar pada tanggal 21 Februari 2005 lalu, yang menyebabkan 141 orang meninggal dan 6 orang terluka.
‘’Dan sejak itu, HPSN diperingati setiap tahunnya sebagai momentum agar kita semakin baik dalam mengelola sampah, dan mampu meningkatkan kepedulian dan komitmen kita bersama untuk menyikapi sampah dengan lebih baik,’’ kata Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun kepada wartawan usai acara peringatan di Pekanbaru.
Di Pekanbaru, saat ini masalah sampah plastik sudah menjadi perhatian serius Pemerintah dalam hal pengelolaannya, bahkan sudah ada dibuat Perda nya untuk mengatur dalam upaya menciptakan Pekanbaru bersih. Namun saja, realisasi dilapangan, antara aturan yang dibuat dengan penindakan dilapangan tidak sejalan. Editor : RP Arif Oktafian