DUMAI (RIAUPOS.CO) - Seolah mendapat nyawa kedua, barangkali itulah yang dirasakan oleh Pelestari hutan Mangrove di pesisir Dumai, Darwis Mohd Saleh setelah mendapat bantuan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PHR-WK Rokan. Bagaimana tidak, kawasan Mangrove Bandar Bakau Dumai yang sejak 1999 ia rawat hampir tidak dapat dilanjutkan karena wabah Covid-19 yang mewabah diseluruh dunia.
Saat itu hampir seluruh aspek terpengaruh akibat Covid-19, salah satunya aspek pariwisata. Covid-19 sangat memukul dunia wisata dan khususnya Dumai. Hingga PHR-WK Rokan hadir pada akhir 2022 lalu.
“Saya hampir menyerah, disaat saya hampir menyerah muncul hubungan emosional dengan PHR, yang ceritanya bukan soal duit,” Ungkapnya, Senin (26/8/2024).
Diceritakannya, disaat kesunyian dari gerakan dirinya memulung kapal-kapal bekas, lalu dibelinya, kemudian dijadikan jembatan untuk tracking didalam kawasan Bandar Bakau Dumai.
“Alam menggunakan alam untuk membiayai alam itu sendiri, contohnya saya mengambil buah bakau yang matang, terus saya bibitkan didalam polybag, terus saya jual ke purusahaan-perusahaan yang ada disini, lalu uangnya itu saya kembalikan utnuk pelestarian bandar bakau itu sendiri,” katanya.
Kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai ini berada di Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau. Hutan bakau yang tumbuh subur di sepanjang garis pantai ini bukan hanya sekadar tanaman, melainkan benteng alam yang melindungi kota dari abrasi, gelombang pasang, dan intrusi air laut.
Dikatakannya, Dikawasan ini terdapat berbagai macam kelompok seperti, Kelompok Usaha Bersama, Kelompok Sadar Wisata, hingga Kelompok UMKM. Menyelamatkan bandar bakau bukan untuk mencari kepentingan pribadi, tapi ini cerita kebudayaan yang saya angkat dari sisi hutan mangrove.
“Kami restorasi kawasan mangrove bandar bakau Dumai bersama PHR bibitnya 6 bulan habis, 1 tahun kita bisa merestorasi paling tidak 50 hektar,” jelasnya.
Saat ini kata Darwis, terdapat sekitar 24 jenis mangrove di bandar bakau, di Dumai ada 36 jenis, Nasional 47 jenis, dan Internasional 101 jenis.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR-WK Rokan sudah membangun akses jalan berupa beton sepanjang 300 meter (pejalan kaki) sebagai akses utama di kawasan ini pada akhir tahun 2022. Akses jalan itu menghubungkan satu lokasi ke lokasi lain yang ada didalam kawasan Bandar Bakau.
Selain Jalan Beton, PHR-WK Rokan juga membangun Panggung Theater dengan tanpa pematangan lahan (penggundulan lahan).
Darwis mengatakan, Kehadiran PHR dengan gaya profesional seperti ini bukan hanya berdapkan bentuk fisik bangunan namun juga ke mental pengunjung.
“Dahulu saat masih dibangun dari kayu bekas pengunjung masih bebas aja masuk dan melakukan aktivitas didalam kawasan Bandar Bakau ini, tapi saat ini tidak, pengunjung yang datang dengan tujuan edukasi dan wisata alam,” katanya.
Selain itu, Darwis juga berharap kepada PHR untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap SDM di Bandar Bakau. “Kemarin tim sudah dibawa ke pelatihan, terutama bagi pemuda untuk diajarkan mengenai teknis berwisata agar lebih baik lagi,” tuturnya.
Sementara Itu, Analyst Social Performance PHR WK Rokan, Priawansyah mengatakan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan berkomitmen menjadi perusahaan terdepan dalam upaya pelestarian hutan dan kawasan mangrove di Indonesia.
Sejak diintervensi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan Kwasan Mangrove Bandar Bakau Dumai sudah menunjukkan perkembangan yang positif. “ Sejak satu setengah tahun terakhir, kawasan ini terus berkembang, terutama dari sisi wisata dan ekonomi,” katanya.
Priawansyah mengatakan, Tanaman Mangrove ini mampu menyerap karbon lima kali lebih kuat dari pada tumbuhan biasa. Sehingga dengan luasnya kawasan mangrove bandar bakau seluar 24 hektar ini, diperkirakan mampun menyerap sekitar 1300 ton CO2 Pertahun.
“Kalau kita hitung kira-kira ekuivalen dengan 800 kendaraan bermotor,” tambahnya.
Menurutnya, Kawasan Mangrove Bandar Bakau ini juga merupakan bufferzone (kawasan penyangga) di pesisir Dumai. Selain itu kawasan ini juga menjadi tujuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Pengunjung yang datang ke Bandar Bakau ini bukan hanya dari pengunjung lokal, seperti sekolah, akademis, maupun perorangan, namun juga turis mancanegara seperti Rusia, Montenegro, Jepang, dan Malaysia yang mencapai 3 ribu pengunjung di 2023,” pungkas Priawansyah.
Editor : RP Arif Oktafian