Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Balik Hijau Mangrove, Benteng Alam di Pesisir Dumai

Evan Gunanzar • Selasa, 3 September 2024 | 15:32 WIB
Gerbang masuk kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Kawasan ini memiliki luas 24 hektar dan diperkirakan mampu menyerap 1300 ton CO2 per t
Gerbang masuk kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Kawasan ini memiliki luas 24 hektar dan diperkirakan mampu menyerap 1300 ton CO2 per t

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Seolah mendapat nyawa kedua, barangkali itulah yang dirasakan oleh Pelestari hutan Mangrove di pesisir Dumai, Darwis Mohd Saleh setelah mendapat bantuan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PHR-WK Rokan. Bagaimana tidak, kawasan Mangrove Bandar Bakau Dumai yang sejak 1999 ia rawat hampir tidak dapat dilanjutkan karena wabah Covid-19 yang mewabah diseluruh dunia.

Saat itu hampir seluruh aspek terpengaruh akibat Covid-19, salah satunya aspek pariwisata. Covid-19 sangat memukul dunia wisata dan khususnya Dumai. Hingga PHR-WK Rokan hadir pada akhir 2022 lalu.

“Saya hampir menyerah, disaat saya hampir menyerah muncul hubungan emosional dengan PHR, yang ceritanya bukan soal duit,” Ungkapnya, Senin (26/8/2024).

Jalan setapak yang sudah disemenisasi sepanjang  300 meter melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan di kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecam
Jalan setapak yang sudah disemenisasi sepanjang 300 meter melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan di kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecam


Diceritakannya, disaat kesunyian dari gerakan dirinya memulung kapal-kapal bekas, lalu dibelinya, kemudian dijadikan jembatan untuk tracking didalam kawasan Bandar Bakau Dumai.

“Alam menggunakan alam untuk membiayai alam itu sendiri, contohnya saya mengambil buah bakau yang matang, terus saya bibitkan didalam polybag, terus saya jual ke purusahaan-perusahaan yang ada disini, lalu uangnya itu saya kembalikan utnuk pelestarian bandar bakau itu sendiri,” katanya.

Bibit mangrove siap tanam serta coffee shop yang berada didalam kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Bibit ini dipergunakan untuk melakuk
Bibit mangrove siap tanam serta coffee shop yang berada didalam kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Bibit ini dipergunakan untuk melakuk


Kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai ini berada di Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau. Hutan bakau yang tumbuh subur di sepanjang garis pantai ini bukan hanya sekadar tanaman, melainkan benteng alam yang melindungi kota dari abrasi, gelombang pasang, dan intrusi air laut.

Dikatakannya, Dikawasan ini terdapat berbagai macam kelompok seperti, Kelompok Usaha Bersama, Kelompok Sadar Wisata, hingga Kelompok UMKM. Menyelamatkan bandar bakau bukan untuk mencari kepentingan pribadi, tapi ini cerita kebudayaan yang saya angkat dari sisi hutan mangrove.

Keberadaan Ular Beludak merupakan biota laut yang hidup di kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Berbagai macam jenis satwa terdapat di ka
Keberadaan Ular Beludak merupakan biota laut yang hidup di kawasan Mangrove Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Berbagai macam jenis satwa terdapat di ka


“Kami restorasi kawasan mangrove bandar bakau Dumai bersama PHR bibitnya 6 bulan habis, 1 tahun kita bisa merestorasi paling tidak 50 hektar,” jelasnya.

Saat ini kata Darwis, terdapat sekitar 24 jenis mangrove di bandar bakau, di Dumai ada 36 jenis, Nasional 47 jenis, dan Internasional 101 jenis.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR-WK Rokan sudah membangun akses jalan berupa beton sepanjang 300 meter (pejalan kaki) sebagai akses utama di kawasan ini pada akhir tahun 2022. Akses jalan itu menghubungkan satu lokasi ke lokasi lain yang ada didalam kawasan Bandar Bakau.

Selain Jalan Beton, PHR-WK Rokan juga membangun Panggung Theater dengan tanpa pematangan lahan (penggundulan lahan).

Sebuah kapal masyarakat bersandar di tepi hutan bakau yang merupakan kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Keberadaan Hutan Mangrove ini juga berfu
Sebuah kapal masyarakat bersandar di tepi hutan bakau yang merupakan kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Keberadaan Hutan Mangrove ini juga berfu


Darwis mengatakan, Kehadiran PHR dengan gaya profesional seperti ini bukan hanya berdapkan  bentuk fisik bangunan namun juga ke mental pengunjung.

“Dahulu saat masih dibangun dari kayu bekas pengunjung masih bebas aja masuk dan melakukan aktivitas didalam kawasan Bandar Bakau ini, tapi saat ini tidak, pengunjung yang datang dengan tujuan edukasi dan wisata alam,” katanya.

Selain itu, Darwis juga berharap kepada PHR untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap SDM di Bandar Bakau. “Kemarin tim sudah dibawa ke pelatihan, terutama bagi pemuda untuk diajarkan mengenai teknis berwisata agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Sebuah homestay dibangun di tepi kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Home Stay ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menginap
Sebuah homestay dibangun di tepi kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Home Stay ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menginap


Sementara Itu, Analyst Social Performance PHR WK Rokan, Priawansyah mengatakan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan berkomitmen menjadi perusahaan terdepan dalam upaya pelestarian hutan dan kawasan mangrove di Indonesia.

Sejak diintervensi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan Kwasan Mangrove Bandar Bakau Dumai sudah menunjukkan perkembangan yang positif. “ Sejak satu setengah tahun terakhir, kawasan ini terus berkembang, terutama dari sisi wisata dan ekonomi,” katanya.

Priawansyah mengatakan, Tanaman Mangrove ini mampu menyerap karbon lima kali lebih kuat dari pada tumbuhan biasa. Sehingga dengan luasnya kawasan mangrove bandar bakau seluar 24 hektar ini, diperkirakan mampun menyerap sekitar 1300 ton CO2 Pertahun.

Masyarakat peduli hutan bakau menanam bibit mangrove di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Dari 36 jenis mangrove yang berada di pesisir Dumai,
Masyarakat peduli hutan bakau menanam bibit mangrove di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024). Dari 36 jenis mangrove yang berada di pesisir Dumai,


“Kalau kita hitung kira-kira ekuivalen dengan 800 kendaraan bermotor,” tambahnya.

Menurutnya, Kawasan Mangrove Bandar Bakau ini juga merupakan bufferzone (kawasan penyangga) di pesisir Dumai. Selain itu kawasan ini juga menjadi tujuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebuah Panggung Theater yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai,
Sebuah Panggung Theater yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai,


“Pengunjung yang datang ke Bandar Bakau ini bukan hanya dari pengunjung lokal, seperti sekolah, akademis, maupun perorangan, namun juga turis mancanegara seperti Rusia, Montenegro, Jepang, dan Malaysia yang mencapai 3 ribu pengunjung di 2023,” pungkas Priawansyah.

Suasana Cafe Redam Piloe yang menenangkan berada di Hutan Bandar Bakau, di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024).
Suasana Cafe Redam Piloe yang menenangkan berada di Hutan Bandar Bakau, di kawasan Hutan Bandar Bakau Dumai Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (26/8/2024).
Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Arif Oktafian
#hutan mangrove #dampak covid #dumai #phr wk rokan